Pemilih di Kediri Minta Ditunjukkan Contoh Surat Suara Pemilu

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (24/2/2019).

Pemilih di Kediri Minta Ditunjukkan Contoh Surat Suara Pemilu
SURYA/SANY EKA PUTRI
Kegiatan pelipatan surat suara DPR Provinsi di KPU Batu, Rabu (13/2/2019).  

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Sosialisasi pendidikan pemilih yang digelar relawan demokrasi basis keagamaan mendapatkan sambutan antusias peserta. Kegiatan sosialisasi berlangsung di Kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (24/2/2019).

Sejumlah pertanyaan dilontarkan para peserta dari kalangan Muslimat NU. Di antaranya, peserta sosialisasi meminta diperlihatkan 5 contoh surat suara yang akan dicoblos saat Pemilu 17 April 2019.

Pertanyaan lainnya yang dilontarkan bolehkah pemilih yang buta huruf dan tuna netra meminta bantuan petugas TPS atau keluarganya dicobloskan pilihannya.

Sementara Drs Syamsuri, Komisioner KPU Kabupaten Kediri menjelaskan, contoh 5 surat suara yang akan dicoblos pada saat pemilu masih diusulkan ke perusahaan percetakan.

"Memang banyak yang ingin mengetahui contoh surat suara. Kami sudah melakukan rapat pleno untuk mendapatkan contoh surat suara," ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Kabupaten Mojokerto Dilanda 38 Bencana dalam Dua Bulan Terakhir, 45 Rumah Warga Rusak Berat

Kunjungi Ponpes Sunan Drajat Lamongan, Prabowo Subianto Berkomitmen Memberantas Korupsi

Levante Vs Real Madrid, Dua Gol Penalti Karim Benzema dan Gareth Bale Bawa Kemenangan Real Madrid

Dijelaskan Syamsuri, pada pemilu nanti pemilih akan mendapatkan 5 surat suara. Sehingga akan mencoblos sebanyak 5 kali.

Ke 5 surat suara itu dengan kop warna hijau untuk DPRD kabupaten atau kota. Warna biru untuk DPRD provinsi, warna kuning untuk DPR RI, warna merah untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan warna abu-abu untuk surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden.

"Ibu-ibu yang mendapatkan surat suara sebelum mencoblos di bilik suara jangan lupa mengecek surat suaranya apa sudah ditandatangani oleh ketua TPS. Kalau belum ada tanda tangan minta ditandatangani dahulu," jelasnya.

Sementara terkait dengan pemilih penyandang tuna netra diperbolehkan meminta bantuan petugas TPS untuk dicobloskan pilihannya. Namun petugas yang diminta bantuan dilarang membocorkan hasil pilihannya.

Sedangkan untuk pemilih yang buta huruf tidak diperbolehkan meminta bantuan petugas untuk dicobloskan pilihannya.

Syamsuri mengajak kepada pemilih untuk cerdas dalam menentukan calon legislatif (caleg) yang dipilihnya. "Cermati program yang ditawarkan," ungkapnya.(dim/TribunJatim.com).

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved