Pentingnya Pramuka di Era Milenial Sekarang, Kwarcab Pramuka Kabupaten Pasuruan Gelar Diklat

Kursus ini dilaksanakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Pasuruan. Kursus akan dilaksanakan mulai 25 Februari - 3 Maret 2018. Tujuan

Pentingnya Pramuka di Era Milenial Sekarang, Kwarcab Pramuka Kabupaten Pasuruan Gelar Diklat
(Surya/Galih Lintartika)
SEMANGAT BARU : Penyematan tanda dibukanya kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar di Kampung Si Hijau, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (25/2/2019) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Puluhan pembina pramuka dari sejumlah SD, MI, SMP, dan MTS mengikuti kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar di Kampung Si Hijau, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (25/2/2019) siang.

Kursus ini dilaksanakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Pasuruan. Kursus akan dilaksanakan mulai 25 Februari - 3 Maret 2018. Tujuan kursus ini adalah melahirkan pembina pramuka yang mahir di tingkat dasar.

Ketua Kwartir Ranting Purwodadi Taufik Hidayat menjelaskan, kursus ini didalamnya bukan hanya pendidikan teori tapi juga praktek di lapangan. Bahkan, kata dia, akan banyak praktek pelarihannya daripada pendidikan teorinya.

"Harapannya agar bisa melahirkan pembina - pembina mahir di tingkat dasar. Pembina yang lebih mengenal dan mendalami tentang teknik kepramukaan," katanya usai kegiatan kepada Tribunjatim.com.

Ia menyampaikan, saat ini pramuka sedang diambang kepunahan. Ia menyebut, pendidikan pramuka sudah mulai tergerus dengan perkembangan zaman. Bahkan, tidak semua generasi milenial yang mau ikut dengan pendidikan pramuka seperti ini.

"Nah ini tantangan. Makanya, kami ingin melahirkan pembina yang berkompeten dan berkualitas agar mereka bisa membawa generasi milenial untuk mengikuti pendidikan pramuka," jelasnya.

Disampaikan dia, pendidikan pramuka ini sangat penting. Artinya, dari pendidikan pramuka memiliki manfaat nyata yakni membentuk karakter pribadi, menumbuhkan motivasi meningkatkan rasa cinta air, melatih disiplin dan masih banyak lagi.

"Maka dari itu, pendidikan pramuka jangan sampai hilang. Harus tetap dilestarikan agar anak - anak atau pelajar tetap memiliki karakter yang kuat dari pendidikan pramuka. Banyak hal yang dipelajari dari pramuka, yang akan bermanfaat untuk kemudian hari," urainya kepada Tribunjatim.com.

Maka dari itu, ia berharap, usai kegiatan kursus ini, para pembina mampu mengkombinasikan perkembangan teknologi dengan pendidikan pramuka. Artinya bisa disatukan, agar pramuka tetap bisa bertahan.

Baim Wong Ngeprank Lensa Kamera Pecah, Paula Verhoeven Sampai Syok: Nanti Jatahku Berkurang

Kunjungi Ahmad Dhani di Rutan Medaeng Pagi Ini, Mulan Jameela Sarapan Bersama Lalu Pamitan

"Tidak harus monoton pendidikan pramukannya seperti dulu, bisa dimodifikasi dengan teknologi tapi maksud dan tujuannya adalah sama, menanamkan pendidikan pramuka ke generasi milenial. Jadi pembina harus kreatif, inovatif" jelasnya.

Prati Dina Fitriani, pembina asal SDN Cowek, mengaku senang ada kursus seperti ini. Ia mengaku bisa mendapatkan pendidikan pembina yang baik. "Selama ini, kami menyewa pembina dari luar, nah kalau guru sudah dapatkan pelatihan seperti ini, kami akan bisa mendampingi anak - anak agar lebih cinta dengan pramuka," jelas Fitri, sapaan akrabnya.

Sugiarto, Pegurus Gerakan Pramuka Saka Kalpataru Kabupaten Pasuruan menerangkan, kursus ini memang penting apalagi tujuannya untuk meningkatkan SDM para pembina pramuka ini.

"Jadi ini sebagai ajang untuk meningkatkan kemampuan pembina agar SDMnya meningkat dan lebih baik agar output anak - anaknya nuga memahami pendidikan pramuka yang baik dan benar," pungkas dia. (lih/TribunJatim.com).

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved