Dua Bulan Pemberlakuan, Pengelola Kolam Renang Ajukan Penangguhan Penerapan UMK Kota Kediri 2019

Dua bulan pasca pemberlakuan upah minimal Kota Kediri 2019 sebesar Rp 1.899.294 per bulan, pengelola Paggora telah meminta dilakukan penangguhan.

Dua Bulan Pemberlakuan, Pengelola Kolam Renang Ajukan Penangguhan Penerapan UMK Kota Kediri 2019
Tribunnews.com
Ilustrasi Gaji 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dua bulan pasca pemberlakuan upah minimal Kota Kediri 2019 sebesar Rp 1.899.294 per bulan, pengelola Paggora telah meminta dilakukan penangguhan penerapan UMK 2019.

"Sampai sekarang yang telah meminta penangguhan baru satu yakni pengelola kolam renang Paggora di Jalan Ahmad Yani," ungkap Drs Kristianto, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri kepada TribunJatim.com, Senin (25/2/2019).

Sejauh ini pengelola Paggora yang mengelola tempat rekreasi dan kolam renang beralasan masih belum mampu memberikan upah sesuai UMK 2019 karena secara finansial tidak mampu.

Mayat Pria Ditemukan Mengambang dalam Sumur di Pamekasan, Terdapat Bercak Darah di Sekitar Lokasi

Khofifah Gandeng Aisyiyah Sukseskan Program Jatim Sehat, Perkuat Layanan Kesehatan di Pedesaan

Dijelaskan Kristianto, untuk perusahaan dan tempat usaha lainnya tidak tertutup masih banyak yang belum mampu memberikan upah sesuai ketentuan UMK 2019.

Dikatakan, sesuai ketentuan jika ada hubungan kerja katagori apapun harus menerapkan UMK 2019.

Namun fakta di lapangan masih banyak pertokoan dan home industri yang memberikan upah jauh di bawah UMK.

Sementara patokan petugas terkait perusahaan home industri dan pengelola toko yang masih belum mampu menerapkan UMK 2019 harus dituangkan dalam perjanjian kerjanya.

Gagal Lolos ke 8 Besar Piala Indonesia, Manajemen Arema FC Bakal Tambah Pemain Perkuat Posisi Sayap

Jenderal Polisi Bintang Satu Pimpin Penelitian di Polrestabes Surabaya Bersama Puluhan Warga

Sehingga dapat menghindari adanya gejolak.

Diakuinya, sejauh ini perjanjian tersebut memang banyak dilakukan di bawah tangan.

Serta telah disadari oleh kedua belah pihak sehingga tidak sampai mengakibatkan gejolak.

Sementara pantauan TribunJatim.com, upah para pekerja toko di Kota Kediri di kisaran Rp 750.000 - Rp 1,5 juta.

Sedangkan upah kalangan home industri di kisaran Rp 800.000 - Rp 1,2 juta.

UMK Kota Kediri mengalami peningkatan dari sebelumnya 2018 sebesar Rp 1.758.117, pada 2019 menjadi Rp 1.899.294 per bulan. (Surya/Didik Mashudi)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved