Nelayan Tradisional Sumenep Kembali Laporkan Nelayan Pengguna Jaring Sarkak ke Polisi

Sempat meredam, Konflik antara nelayan Talango dan nelayan pengguna Jaring Sarkak DUngkek di SUmenep kembali memanas.

Nelayan Tradisional Sumenep Kembali Laporkan Nelayan Pengguna Jaring Sarkak ke Polisi
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDS SYAHBANA
Warga sedang berada di atas Barang Bukti perahu nelayan sarkak yang baru ditangkap nelayan tradisional Sumenep pada Kamis, (28/2/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Meski belum jelas akhirnya, konflik antara nelayan Talango dan nelayan Dungkek pengguna jaring sarkak di Sumenep terpantau mulai meredam.

Namun, kini nelayan tradisional kembali melapor telah menangkap satu perahu nelayan pengguna jaring sarkak pada Kamis, (28/2/2019) pukul 11.30 WIB.

Pantauan Tribunmadura.com, Barang Bukti (BB) perahu nelayan sarkak sudah berada di dermaga Polisi Air Polres Sumenep.

Perahu cat warna biru tersebut berisi alat jaring sarkak, alat jaring berwarna biru dan ada bendera sebuah Partai Politik di bagian belakang perahu.

(Polemik Jaring Sarkak Nelayan Sumenep, Dinas Kelautan: Gelaran Mediasi dari Polres Sumenep Tak Jelas)

(Polemik Pemilu 2019 di Pamekasan, Mulai Anak Usia 5 Tahun Terdaftar di DPT hingga Data Pemilih Ganda)

"Perahu yang ditangkap yang saya tahu dari Pamekasan, nelayannya satu orang," kata Hendri di lokasi pelabuhan Kalianget.

Selebihnya sejumlah polisi sudah setembai didepan kantor Polair Kalianget untuk menjaga keamanan.

"Nelayannya satu orang, asli Pamekasan," kata Mukid polisi yang ditemui media ini.

Reporter: TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

(Musim Hujan, Nelayan di Dempok Keluhkan Ikan Sulit Dicari, Imbasnya Sampai Penghasilan Anjlok)

(Pemprov Jatim Gelar Rakor dan Penandatanganan Komitmen dengan KPK)

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved