Kadar Gula di Atas Normal, Bisa Jadi Terkena Diabetes, Hati-hati Komplikasi Yang Menyertainya

Kadar Gula di Atas Normal, Bisa Jadi Terkena Diabetes, Hati-hati Komplikasi Yang Menyertainya.

Kadar Gula di Atas Normal, Bisa Jadi Terkena Diabetes, Hati-hati Komplikasi Yang Menyertainya
SURYA/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Surabaya, dr Luki Agustina Damayanti SpPD. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gula darah merupakan istilah yang mengacu kepada keberadaan gula atau zat glukosa yang terdapat dalam darah.

Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam RS Siloam Surabaya, dr Luki Agustina Damayanti SpPD.

"Keberadaan gula atau zat glukosa dalam darah disebut sebagai gula darah. Kadar gula darah yang normal pada tubuh penting bagi kinerja dan kesehatan tubuh, " tutur Luki.

INFO SEHAT- Manfaat Konsumsi Beras Hitam Bagi Kesehatan, Paling Aman untuk Penderita Diabetes

INFO SEHAT HARI INI - Miliki Diabetes Bisa Coba 6 Jenis Makanan Ini untuk Berdiet

Gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau tinggi (hiperglikemia), lanjutnya, bisa berdampak negatif bagi tubuh manusia.

"Jika gula darah di bawah 70 mg/dL maka Anda mengalami hipoglikemia. Sementara itu dapat dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula darah Anda lebih dari 200 mg/dL," lanjutnya.

Kadar gula yang terlalu rendah atau terlalu tinggi, tutur Luki, dapat memberikan efek buruk bagi tubuh.

INFO SEHAT - 5 Manfaat Kangkung Bagi Kesehatan, Cegah Diabetes hingga Bantu Mengurangi Kolesterol

"Efek terlalu rendahnya kadar gula darah antara lain menyebabkan tubuh lemas, kulit pucat, berkeringat, kelelahan, gelisah, sulit berkonsentrasi, mudah marah, kesemutan di area mulut, tidak mampu berdiri atau berjalan, bahkan juga menyebabkan kejang dan jantung berdebar," jelas Luki.

Kadar gula terlalu tinggi, lanjutnya, juga memberikan efek yang buruk bagi tubuh.

Di antaranya menyebabkan bobot tubuh berkurang, nafsu makan meningkat, tubuh lelah, sering merasa haus, sering buang air kecil, mudah gelisah, penglihatan buram, kulit kering, memerah dan terasa panas serta sering mengalami infeksi gigi.

Sementara itu, lanjut Luki, diabetes (diabetes melitus) adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) di atas normal.

"Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita," lanjutnya.

Komplikasi diabetes milletus, tutur Luki, antara lain stroke, retibopathy (penyumbatan pembuluh darah pada mata tepatnya di bagian retina), periodintis (infeksi gusi yang menyebabkan kerusakan jaringan lunak dan tulang penyangga gigi),

jantung koroner, nefropathy (kerusakan pada ginjal), neuropathy (kerusakan pada syaraf), dan diabetic foot (kerusakan pada kaki).

Oleh karena itu, Luki menyarankan untuk memeriksakan gula darah secara teratur agar terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved