Bawaslu Sebut PTPS di Kabupaten Sumenep Masih Kurang 238 Orang Terutama di Wilayah Kepulauan

Bawaslu Sumenep menyatakan pihaknya masih membutuhkan sebanyak 238 orang untuk pengawas tempat pemungutan suara (PTPS).

Bawaslu Sebut PTPS di Kabupaten Sumenep Masih Kurang 238 Orang Terutama di Wilayah Kepulauan
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Koordiv. Organisasi dan SDM Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Sumenep Hosnan Hermawan. 

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Sumenep, Hosnan Hermawan mengatakan, saat ini total kekurangan rekrutmen Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) jumlah sebanyak 238 orang.

Padahal jumlah total PTPS yang dibutuhkan se Kabupaten Sumenep, sebanyak 4.320 orang.

Sebelumnya, kata Hosnan, 315 orang, karena ada penambahan di pondok pesantren TPS empat dan Pondok Pesantren Lapa 1 kotak.

"Yang kurang di kepulauan di antaranya, ada Pulau Sapeken, Arjasa. Sementara untuk yang daratan itu di Kecamatan Ambunten dan Dungkek," kata Hosanan pada TribunMadura.com (grup TribunJatim.com), Senin (4/3/2019).

Isu WNA Terdaftar sebagai Pemilih di Pemilu 2019, KPU Kabupaten Tuban: Jika Ada Akan Dicoret

Mendagri Kembali Ingatkan Netralitas ASN di Pemilu 2019, Tapi Juga Komitmen Sukseskan Pemilu

Dari 238 kekeurangan PTPS tersebut, sambungnya, pihaknya akan melaporkan ke Provinsi Jawa Timur (Jatim).

"Kalau di timlen tidak ada masa perpanjangan rekrukmen sudah," tuturnya.

Selain itu juga dipaparkan, jika di Desa lain ada pendaftar lebih dari kebutuhan TPS maka bisa didistribusikan di Desa lainnya yang kurang.

Tapi kalau di Kecamatan itu masih belum menemukan sesuai syarat usia 25 tahun dan pendidikan SMA, maka hal tersebut bisa lintas kecamatan.

"Kalau misal tidak ada, maka terakhir menugaskan staf untuk ditugaskan di tempat PTPS yang kosong, itu bunyinya di juknis," kata Hosnan.

Sekjen PKB Bicara Soal Akal Sehat Dalam Pemilu, Hanif Dhakiri: Pilih yang Lahannya Paling Sedikit

Kebut Jelang Pemilu 2019, Dispendukcapil Kabupaten Gresik Cetak Seribu e-KTP Setiap Harinya

Hosnan mengaku, kekurangan pendaftar tersebut akan diketahui nanti sebelum pelantikan, 25 Maret 2019 nanti.

Untuk saat ini pendaftaran sudah ditutup, namun meskipun masih ada yang berminat segera akan ditampung.

Asalkan usia sesuai syarat yang diinginkan.

"Pendaftaran yang sesuai syarat di masing-masing kecamatan itu susah, itu yang menjadi sebagin kendala kami," imbuhnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved