Bupati Jember Faida Paparkan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah

Bupati Jember Faida memaparkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jember tahun 2020 di Pendapa Wahyawibhagraha, Jember, Seni

Bupati Jember Faida Paparkan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
sri wahyunik/surya
Tim jalan lubang Pemkab Jember dilepas Bupati Jember Faida 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bupati Jember Faida memaparkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jember tahun 2020 di Pendapa Wahyawibhagraha, Jember, Senin (4/3/2019).

Pemaparan bupati ini disampaikan di acara Forum Perangkat Daerah dan Lintas Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Jember. Seluruh kepala organisasi perangkat daerah, juga camat dan sejumlah pejabat teknis di OPD hadir di acara tersebut.

Tahun 2020, Pemkab Jember mengusung tema pembangunan 'Jember Mandiri, Jember Kuat dan Bersih'.
"Jember Mandiri itu ya rakyatnya mandiri, bebas dari ijon, BLUD (Badan Layanan Umum Daerah)-nya mandiri. Salah satunya bisa difasilitasi melalui KUR untuk pelaku usaha kecil. Jember yang kuat bagaimana membangun dan mencetak generasi muda yang sehat dan kuat. Dan Jember yang bersih itu ya bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, tidak ada suap-suapan, mainan proyek," tegas Bupati Faida di hadapan Forum OPD itu.

Tema pembangunan itu bakal diejawantahkan melalui pengembangan pembangunan di sejumlah sektor.

"Fokus dari tema itu adalah pengembangan ekonomi, penguatan integritas pelayanan pemerintah kepada masyarakat, bagaimana melayani sesuai dengan SOP (standar operasiona) yang secara murah, cepat, dan tidak ada pungli," tegas Faida saat diwawancarai wartawan usai acara.

Pengembangan ekonomi antara lain melalui kebijakan yang fokus di sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan.

Menurut Faida, Jember memiliki potensi komoditas ekspor yang pasarnya belum jenuh. Dia mencontohkan kedelai edamame, juga cokelat dan kopi.

Bupati Jember Faida Lepas Tim Jalan Lubang

Wagub Jatim Emil Dardak Kunjungi SMAN 8 Kota Malang, Kepala Sekolah Curhat Soal Lahan Pinjaman UM

Berkas Kasus Prostitusi Online Vanessa Angel Belum Selesai, Polda Jatim Masih Ada Periksa Lanjutan

"Kita punya komoditas unggulan yakni cokelat, kenapa itu tidak digarap secara maksimal. JUga ada potensi pasar yang belum jenuh yakni edamame (kedelai edamame), Pemkab bisa mendorong kerjasama itu," tegasnya. Penguatan ekonomi, lanjutnya, juga melalui fasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM. Pemilik usaha menengah, kecil, dan mikro harus memiliki usaha dan tempat usahanya, dan kepala daerah yang nantinya akan menjadi penjamin untuk KUR tersebut. Tahun 2019 ini, Pemkab Jember manrgetkan 25 ribu UMKM mendapatkan fasilitasi KUR itu.

"Juga ada pengembangan wisata berbasis sungai untuk peningkatan ekonomi. Sudah tidak jamannya sungai kita kotor. Sementara Jember memiliki potensi wisata sungai jika digarap secara serius. Karenanya, perencanaan sudah mulai sekarang, dan tahun 2020 akan digarap," tegasnya.

Selain pengembangan ekonomi dan peningkatan integritas pelayanan pemerintah, Pemkab Jember juga tetap fokus kepada perbaikan insfrastruktur di Jember.

"Perbaikan insfrastruktur, seperti jalan itu tetap berjalan. Karenanya orang-orang di Dinas PU (Pekerjaan Umum) Bina Marga dan PU Cipta Karya saya pilih yang muda supaya kerjanya gesit. Saya juga akan memantau terus pembenahan dan pembangunan insfrastruktur ini," tegasnya.

Saat pemaparan di Forum OPD Pemkab Jember itu, Bupati Faida semat melontarkan guyonan bernada sindiran perihal perbaikan kerusakan insfrastruktur jalan itu.

"Beberapa hari ini saya kerap dipisuhi rakyat karena jalan rusak ini, padahal gara-gara sampeyan. Aspal ada, anggaran ada, tetapi kok nggak dikerjakan. Akhirnya kemarin saya buat tim, dari yang namanya Unit Reaksi Cepat saya ganti namanya menjadi Tim Jalan Lubang. Percuma namanya Reaksi Cepat tetapi kerjanya lambat. Saya kasih nama Tim Jalan Lubang biar ingat terus sama tugasnya. Lha terus setelah tim ini kerja, saya juga ikut memimpin (penambalan jalan berlubang), saya tetap dinyinyiri, serba salah memang. Padahal orang yang nyinyir itu juga tetap lewat jalan yang sudah ditambal. Ya tidak apa-apa, harus diterima," tutur Faida yang disambut tawa anak buahnya. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved