Pengadilan Negeri Pamekasan Kekurangan Hakim, Humas Minta Pusat Beri Tambahan Hakim

Humas Pengadilan Negeri Pamekasan Klas 1B, Tito Eliandi mengaku tengah kekurangan tenaga hakim.

Pengadilan Negeri Pamekasan Kekurangan Hakim, Humas Minta Pusat Beri Tambahan Hakim
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Suasana gedung Pengadilan Negeri Pamekasan di Jl. P. Trunojoyo, Panglegur, Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Pengadilan Negeri Pamekasan Klas 1B mengaku tengah kekurangan tenaga hakim.

Hal tersebut diungkapkan oleh Humas Pengadilan Negeri Pamekasan Klas 1B, Tito Eliandi.

Menurut Tito Eliandi, jumlah hakim di ruang lingkup Pengadilan Negeri Pamekasan saat tidak sebanding dengan jumlah perkara yang masuk.

"Jumlah hakim saat ini hanya berjumlah 9 orang, terhitung dengan Ketua dan wakil ketua PN," ujar Tito Eliandi saat ditemui di Pengadilan Negeri Pamekasan, Selasa (5/3/2019).

(Respon Pengadilan pada Massa Aksi Kahutindo: Kami Hanya Dengar Aspirasi, Tak Boleh Intervensi Sidang)

(Tuntut Kejelasan PHK Sepihak, 500 Massa Kahutindo Geruduk Kantor Pengadilan Industrial Kota Surabaya)

Kekurangan hakim tersebut, Kata Tito Eliandi, bukan hanya terjadi di Pamekasan saja, tetapi skala nasional.

"Jumlah seluruh hakim baik Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama sekitar 6000. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah perkara yang masuk, khususnya di daerah-daerah," terangnya.

Kata Tito Eliandi, idealnya sebuah pengadilan punya 10 hakim.

Namun seiring perkembangan zaman jumlah perkara tidak bisa diprediksi akan mengalami peningkatan atau penurunan.

"Oleh karena itu antisipasi penambahan hakim harus tetap ada. Terlebih hakim PN Pamekasan banyak yang akan pensiun dan dipindahkan tugas," urai Tito.

(Geruduk Kantor Pengadilan Hubungan Industrial, Ini 3 Tuntutan Kahutindo Jatim Terkait PHK Sepihak)

(Tuntut Kejelasan PHK Sepihak, 500 Massa Kahutindo Geruduk Kantor Pengadilan Industrial Kota Surabaya)

Tito berharap adanya penambahan hakim dari pemerintah pusat dengan cara merekrut hakim muda yang kompeten

"Kami menginginkan adanya penambahan hakim untuk menangani perkara yang terlampau banyak," imbuhnya mengakhiri.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Kagum Lihat Ruangan Khusus Koleksi Ananda Omesh, Andre Taulany: Wah, Ini yang Namanya Surga)

(Pengadilan Negeri Surabaya Berencana Perbarui Sistem e-Court, Nantinya Saksi Tak Harus Hadir)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved