Banjir di Desa Klumutan Saradan Sebabkan 60 Rumah Warga Rusak dan 2 Jembatan Penghubung Putus

Sebanyak 60 rumah di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Madiun, mengalami rusak parah akibat banjir.

Banjir di Desa Klumutan Saradan Sebabkan 60 Rumah Warga Rusak dan 2 Jembatan Penghubung Putus
SURYA.CO.ID/RAHADIAN BAGUS
60 Rumah dan 2 Jembatan di Desa Klumutan Rusak Akibat Banjir, Rabu (6/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Sebanyak 60 rumah di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Madiun, mengalami rusak parah akibat Banjir.

Desa Klumutan merupakan daerah yang paling terdampak akibat Banjir yang terjadi sejak Selasa (5/3/2019) malam.

"Dusun Sumberan di RW 03, RT 20 dan RT 21, paling parah, banyak jalan  rusak, banyak rumah jebol, ada sekitar 60 rumah yang temboknya jebol. Ada tiga sapi dan enam kambing yang hanyut," kata Kepala Desa Klumutan, Agus Proklamanto saat ditemui di kantor desa, Rabu (6/3/2019) siang.

Dia menuturkan, di Desa Klumutan terdapat sekitar 3000 KK, dari jumlah tersebut sekitar 127 rumah di Desa Klumutan terdampak Banjir.

Banjir di Jalan Letda Sutjipto Tuban, Arus Lalu Lintas Terhambat, Beberapa Sepeda Motor Mogok

Agus mengatakan, selain merusak rumah warga, Banjir juga merusak dua jembatan penghubung antar dua desa. Yakni di RT 20 dan RT 21 penghubung RT 19, Dusun Sumberan dan jembatan penghubung RT 09 Dusun Bruwuk menuju RT 12 Dusun Bangkle.

Ia menambahkan, Desa Klumutan menjadi desa terparah yang terdampak, lantaran sebagian rumah warga berada di dataran rendah dan dekat dengan sungai.

Desa Klumutan, menjadi pertemuan lima sungai, sehingga terjadi luapan air hingga masuk ke rumah warga.

"Ada lima sungai, sungai dari Saradan, Sungai Tangkil, Sungai Jati, Kaligede, dan sungai dari Waduk Saradan, kumpul jadi satu lewat DAM Bruwok, Desa Klumutan," imbuhnya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved