Pria Magetan Ini Kesulitan Tutup Rumah Karaoke Miliknya Sendiri

menutup rumah karaoke miliknya, yang berlokasi di Jalan Raya Parang - Lembeyan, Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan rupanya belum

Pria Magetan Ini Kesulitan Tutup Rumah Karaoke Miliknya Sendiri
Surya/ Doni Prasetyo
Sigit Mulyono (60) menunjukkan surat pencabutan izin rumah karaoke miliknya yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten Magetan. Namun sepertinya aparat terkait keberatan menutup tempat yang menyediakan perempuan dan minuman keras itu 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Perjuangan Sigit Mulyono (60) selama 20 bulan untuk menutup rumah karaoke miliknya, yang berlokasi di Jalan Raya Parang - Lembeyan, Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan rupanya belum cukup, padahal pencabut izin sudah terbit 18 Januari 2019 lalu.

Ada sejumlah aparat yang tidak berkenan rumah karaoke yang dikelola Priyo Dwi Widodo, keponakan Sigit Mulyono, warga Desa Tamanarum RT05/RW02, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan itu ditutup, sehingga laporan Sigit mulyono yang di perizinan ditulis sebagai penanggung jawab untuk ditutup, tidak ada yang menanggapi.

"Awalnya, rumah karaoke itu rumah makan. Selang beberapa waktu buka, Priyo Dwi Widodo, keponakannya yang diserahi mengelola menemuinya dan mengusulkan rumah makan itu ditambah karaoke, karena kalau hanya rumah makan tidak laku," kata Sigit Mulyono, mantan ASN DPU PR Kabupaten Magetan, kini bekerja di swasta di Jakarta kepada Surya, Rabu (6/3-2019).

Dikatakan Sigit Mulyono, penambahan karaoke yang disebut keponakannya itu, sedikit pun belum diketahuinya. Apalagi dia selama ini bekerja di perusahaan swasta di Jakarata setelah mengundurkan diri dari ASN DPU PR Kabupaten Magetan.

"Mohon maaf, saya itu namanya karaoke itu tahunya nyanyi dengan musik instrumen, baru paham setelah tetangga di Magetan yang berdomisili disekitar rumah karaoke milik saya cerita kalau karaoke itu ada perempuan nakal dan minuman keras atau arak," jelas Sigit kepada Tribunjatim.com.

Balasan Luna Maya untuk Komentar Maia Estianty di Fotonya Tanpa Senyum Disoroti, Dapat Like Ribuan!

Wagub Jatim Emil Dardak Ajak Mahasiswa UMM Manfaatkan Millennial Job Centre

Pakde Karwo Tak Sependapat dengan Survei PolMark yang Sebut Swing Voters Masih 48 Persen

Tapi, lanjut Sigit, setelah tahu tempat usahanya jadi sarang maksiat, berusaha menutup tempat itu, tapi tidak ada satu pun instansi terkait yang merespon, termasuk Satpol PP.

Bahkan aparat setempat seakan malah melindungi tempat hiburan malam yang ditengarai punya kontribusi yabg besar kepada aparat setempat.

"Setelah karaoke bisa kami tutup, kami akan mendirikan yayasan pendidikan berbasis Islam. Tapi karena tempat itu sudah jadi tempat tidak baik, setelah tutup akan kami jual dan kami belikan di sekitar, dan kami dirikan sekolah dari SD sampai SMA," kata pria yang selaku menggunakan topi putih dan sorban dilehernya ini.

Menurut Sigit Mulyono, dua hari lalu, dia berusaha minta kepada Satpol PP menutup tempat karaoke itu dengan dasar surat penutupan yang diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magetan yang ditandatangani Condrowati Kepala setempat

"Saya ke Satpol PP diminta menghadap Kasi Penindakan dan Penegakan Perda Satpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan, Arif Hadi Suranto. Namun di Satpol PP malah sepertinya enggan menutup karaoke itu dan malah mengatakan izin karaoke itu sampai 2021. Padahal saya sudah menunjukkan surat pencabutan izin karaoke itu. Tapi tak bergeming," kata Sigit kepada Tribunjatim.com.

Bupati Magetan Suprawoto yang hendak dikonfirmasi Surya belum berhasil ditemui karena masih melakukan kunjungan kerja ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Magetan, juga terkait tuntutan kemandirian PDAM sebagai perusahaan milik daerah (BUMD). (Doni Prasetyo/TribunJatim.com).

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved