Jalan Nasional di Jombang yang Dibiarkan Berlubang dan Bergelombang, Sopir Mengeluh

Para sopir angkutan barang yang melintas di Jalan Nasional Surabaya - Madiun di Jombang mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang.

Jalan Nasional di Jombang yang Dibiarkan Berlubang dan Bergelombang, Sopir Mengeluh
Surya/Sutono
Kondisi jalan berlubang di Kecamatan Mojoagung, Jombang saat ini. 

 TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Para sopir angkutan barang yang melintas di Jalan Nasional Surabaya - Madiun di Jombang mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang.

Pasalnya kondisi jalan yang berlubang membuat kendaraan terjerembab dan mengakibatkan as kendaraan patah. Dan itu sudah beberapa kali terjadi.

Aminudin (45), sopir ekspedisi menuturkan kondisi jalan berlubang hampir merata terjadi di jalan nasional yang melintasi Kabupaten Jombang, mulai dari Kecamatan Mojoagung hingga Kecamatan Perak.
Dan kondisi itu sudah terjadi sejak cukup lama, sekitar satu setengah bulan terakhir, sehingga terkesan dibiarkan.

“Besaran lubang dan dalamnya bervariasi, mulai dari diameter 15 sentimeter hingga 50 sentimeter. Sedangkan kedalamnya hingga 30 sentimeter,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Pengisian Bahan Bakar umum (SPBU) di Kecamatan Mojoagung, kepadasurya.co.id, Kamis (7/3/2019).

Dituturkan, akibat jalan berlubang tersebut dirinya pernah mengalami patah as kendaraan dua kali saat hendak mengirimkan barang menuju jawa tengah. Dan terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki kendaraan.

"Yang pertama patah as di Kecamatan Mojoagung dan kedua di Jalan Gatot Subroto Jombang. Otomatis pengeluaran juga bertambah guna memperbaiki kendaraan,” imbuhnya kepada Tribunjatim.com.

Masih menurut Aminudin, kondisi jalan berlubang di Jalan Nasional Surabaya - Madiun semakin berbahaya ketika hujan mengguyur kawasan tersebut, karena lubang tertutup genangan air.

Hari Libur Nasional, Kolam Pemancingan di Cemandi Sidoarjo Jadi Jujugan Warga

Bobol Rumah, Dua Pelaku Pencuri Antar Kota Antar Provinsi Asal Jember Ini Dibekuk Polisi

Curah Hujan Tinggi dan Pasang Air Laut Memicu Banjir Bandang di Kecamatan Panggul, Lahan Padi Rusak

Hal senada juga diungkapkan Agung Istianto (56), akibat terjerembab jalan berlubang dan mengalami patah as, dirinya harus rugi cukup besar. Ini karena pabrik menolak jagung muatanya.

”Karena harus menunggu mekanik dan alat, jam pengiriman pabrik sudah lewat. Pabrik menolak, terpaksa rugi. Memang bisa dijual ke pedagang lain, tapi harganya jauh di bawah pembelian pabrik," kilahnya kepada Tribunjatim.com..

Kedua pengemudi itu berharap persoalan jalan berlubang segera diselesaikan oleh pemerintah sehingga tidak memakan korban lainnya.

"Terutama saat musim hujan, kondisi jalan berlubang akan semakin membahayakan. Mohon kepada pemerintah segera diperbaikai,” pungkasnya.(Sutono/TribunJatim.com).

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved