Masuk Penjara, Kepala Bapenda Mojokerto Rugikan Negara Rp 116 Juta Lebih

Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko harus mendekam di balik jeruji besi Lapas Klas IIB, Mojokerto

Masuk Penjara, Kepala Bapenda Mojokerto Rugikan Negara Rp 116 Juta Lebih
shutterstock via Banjarmasin Post
Ilustrasi penjara 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko harus mendekam di balik jeruji besi Lapas Klas IIB, Mojokerto, Rabu (6/3/2019).

Teguh Gunarko dilaporkan tersangkut kasus pidana korupsi  dana kunjungan kerja inspeksi Bupati dan rapat koordinasi unsur Muspida pada tahun 2011. 

Kasipidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto, Agus Hariono menjelaskan, saat itu Teguh masih menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

"Artinya ada penyalahgunaan wewenang yang dilakukan terpidana pada kegiatan itu. Dan dari hasil audit ada kerugian negara sebesar Rp 116.550.000," katanya, Rabu (6/3).

(Hindari KKN, SMPN 1 Karanggeneng Lamongan Lantik 14 Anak Pelopor Anti Korupsi, Tak Nyontek Ujian)

(Usut Dugaan Korupsi Dana Kapitasi, Kejari akan Panggil 50 Pejabat Bagian Umum Pemkab Gresik)

Hakim Kasasi sudah memvonis Teguh dengan pidana selama 3 tahun denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selain itu, Teguh dibebankan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 116.550.000.

"Apabila uang pengganti tidak dibayardalam kurun waktu satu bulan setelah putusan ini inkrah, jaksa dapat menyita hartanya dan melelang untuk menutupi uang pengganti tersebut," ucap Agus.

"Apabila harta yang dilelang belum mencukupi terdakwa akan dipidana selama 1 tahun," tambahnya.

Agus menceritakan, pada tahun 2011 sebenarnya kasus korupsi yang dilakukan Teguh sudah dimeja hijaukan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sidang berlangsung mulai tanggal 23 Juli 2011 sampai 22 Februari 2012. Kala disidang Teguh ditahan oleh pengadilan di Lapas Medaeng.

"Teguh sempat diputus bebas oleh pengadilan setelah menjalai persidangan dan ditahan selama 8 bulan." ucap Agus.

"Kami memanggil Teguh Gunarko untuk melaksanakan eksekusi terhadap putusan mahkamah agung Nomer 1771 Kapidsus 2013 tanggal 12 Mei 2014 terkait tindak pidana korupsi. Jadi, putusan ini menganulir putusan yang telah dijatuhkan Pengadilan Negeri Surabaya untuk membebaskan terdakwa (Teguh) dari segala tuntutan hukum," tandasnya.

(Usut Dugaan Korupsi Dana Kapitasi, Kejari akan Panggil 50 Pejabat Bagian Umum Pemkab Gresik)

(Tersandung Kasus Korupsi, Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko Dijebloskan ke Penjara)

Teguh menyerahkan diri ke lapas karena untuk menghindari sorotan media di Kantor Kejaksaan Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko.

Maka proses administrasi penahanan teguh juga diproses di lapas.

"Teguh ditahan hari ini, Rabu (7/3/2019) di Lapas Klas IIB Mojokerto sekitar pukul 13.00," kata Agus

(Beredar Video Banjir di Alun-alun Ponorogo, Ipong Muchlissoni: Itu Hoax, Tidak Ada Banjir)

(Liga Champions, FC Porto vs AS Roma: Sempat Adu Mulut, FC Porto Rebut 8 Besar)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved