Ratusan Rumah Warga di Tulungagung Diterjang Banjir Bandang

Hujan deras yang melanda wilayah pegunungan wilayah Kecamatan Pucanglaban, Kabypaten T7ulungagung, Jawa Timur, Rabu (6/2/2019) sore memicu banjir ba

Ratusan Rumah Warga di Tulungagung  Diterjang Banjir Bandang
istimewa
Petugas BPBD Tulungagung menyisir rumah warga di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Hujan deras yang melanda wilayah pegunungan wilayah Kecamatan Pucanglaban, Kabypaten T7ulungagung, Jawa Timur, Rabu (6/2/2019) sore memicu banjir bandang di beberapa desa.

Air setinggi 1,5 meter menggenangi ratusan rumah warga.

Akibatnya warga harus mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, Soeroto mengatakan, wilayah terdampak paling parah ada di Desa Demuk.

"Kami harus mengevakuasi warga karena air terus naik," terang Soeroto kepada Tribunjatim.com, Kamis (7/3/2019).

Banjir dipicu luapan Sungai Pasrepan yang tidak mampu menampung debet air hujan dari arah pegunungan.

Ada sekitar 38 keluarga yang terdampak banjir bandang ini.

BPBD bersama potensi SAR setempat menyisir permukiman, untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak banjir.

"Kami juga menyalurkan bantuan bahan pangan untuk warga yang membutuhkan. Selama menunggu surutnya air, mereka butuh logistik," sambung Soeroto kepada Tribunjatim.com.

Selain Kecamatan Pucanglaban, banjir juga melanda Desa Waung, Kecamatan Boyolangu. Di desa ini ada 101 keluarga yang terdampak banjir.

Kemudian di Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, ada 300 keluarga yang rumahnya terendam banjir.

Hotman Paris Emosi Saat Dengar Pernyataan Vernita Syabilla Tidak Pansos dengan Richie Five Minutes

Diguyur Hujan Deras, Jalan Poros Kecamatan dan Puluhan Hektare Sawah di Lamongan Ini Terendam Banjir

Gading Marten dan Sophia Latjuba Kompak Posting Foto Berdua, Tulis Caption yang Sama Bernada Lucu

Akibat banjir bandang ini, puluhan hektar lahan padi warga rusak dan dipastikan gagal panen.

Selain itu banyak ternak warga yang mati atau hanyut terbawa arus air.

Ditanya mengenai penyebab banjir, Soeroto mengungkapkan, banjir dipicu sungai yang melintasi desa-desa itu tidak mampu menampung air hujan.

Kondisi ini karena adanya pendangkalan maupun penyempitan sungai. (David Yohanes /TribunJatim.com).

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved