Bersama Systemiq, BUMDes Muncar Banyuwangi Sukses Kurangi Sampah dan Raup Rp 10 Juta Perbulan

Sejak April 2018, Organisasi non-pemerintah bernama Systemiq, melakukan pendampingan penanganan sampah laut di Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Bersama Systemiq, BUMDes Muncar Banyuwangi Sukses Kurangi Sampah dan Raup Rp 10 Juta Perbulan
SURYA/Haorrahman
Sistem pengelolaan sampah di BUMDes Muncar Banyuwangi bersama pendampingan Systemiq saat diliput pada Jumat (8/3/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Sejak April 2018, Organisasi non-pemerintah (non-governmental organization/NGO) dunia, yang didanai pemerintah Norwegia dan institusi bisnis Borealis dari Austria, Systemiq, melakukan pendampingan penanganan sampah laut di Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Hasilnya patut diacungi jempol. Selain mengurangi sampah laut, keuntungan dari pengelolaan sampah yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Muncar, mengalami peningkatan drastis.

Pengelolaan sampah yang diberi nama program STOP tersebut, kini telah berjalan satu tahun dengan mendorong peningkatan kapasitas warga desa dalam masalah pengelolaan sampah.

Dalam pengelolaan tersebut, Systemiq melibatkan BUMDes sebagai pengelola sampah. Mereka dilatih mengoptimalkan sistem pengangkutan, pengumpulan hingga pengolahan sampah.

(Prihatin, Fandi Utomo Beri Edukasi Bahaya Sampah Plastik di Kenjeran)

(Menumpuk, 12 Ton Sampah di Bantaran Sungai Brangkal Mojokerto Akhirnya Dibersihkan)

"Hasilnya, layanan pengumpulan sampah yang dijalankan BUMDes Tembokrejo kini telah mencakup 3.214 rumah, dari awal yang sebelum kami masuk hanya sekitar 400 rumah," jelas Andre, Chief Delivery Officer STOP Project Systemiq.

Andre senang karena warga merespons positif adanya pengangkutan sampah ini. Karena, menurut dia, problem sampah di Muncar sebenarnya tidak sekadar masalah perilaku.

"Namun lebih diakibatkan ketidakadaan sistem, seperti tidak adanya armada angkut. Jadi, membuang sampah ke laut itu sebenarnya karena terpaksa. Jadi, adanya 19 armada angkut sampah saat ini, bagi mereka adalah solusi," kata Andre, Jumat (8/3/2019).

‎Andre mengatakan, di tahun pertama ini penanganan sampah difokuskan pada Desa Tembokrejo, Muncar. Desa tersebut telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R).

“Dari awal tujuan kami memang tidak bangun TPST, namun investasi peralatan untuk akselerasi TPST yang sudah ada agar lebih efisien. Selain juga kita lakukan pendampingan fisik dan non fisik," kata Andre.

(10 Truk Angkut Gunung Sampah Bawah Jembatan Arosbaya Bangkalan)

(TNBTS Adakan Gerakan Bersih Sampah di Laut Pasir Bromo, Target Kelola Sampah 100 Persen Pada 2025)

Di TPST Tembokrejo, sampah yang diangkut dari rumah warga lantas dipilah dan dikelola.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved