Komunitas Folk Mojokerto Wadah Bagi Millennial Untuk Belajar Fotografi dan Bereksplorasi

Di Mojokerto ada satu komunitas yang menampung para penghobi explorasi dan fotografi. Komunitas itu bernama Komunitas Folk Mojokerto.

Komunitas Folk Mojokerto Wadah Bagi Millennial Untuk Belajar Fotografi dan Bereksplorasi
danendra/surya
Komunitas Folk Mojokerto 

 TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Di Mojokerto ada satu komunitas yang menampung para penghobi explorasi dan fotografi. Komunitas itu bernama Komunitas Folk Mojokerto.

Komunitas Folk Mojokerto berdiri dua tahun lalu tepatnya 9 Desember 2017. Mulanya, anggota Folk Mojokerto tak lebih dari 10 orang. Namun berjalannya waktu anggota Komunitas Folk Mojokerto telah mencapai 50 orang.

"Komunitas ini adalah wadah untuk menyalurkan bakatnya dan belajar untuk membuat sebuah konten menarik," kata Ketua Komunitas Folk Mojokerto, Fahmi Umarok, Sabtu (9/3/2019).

Fahmi menyebutkan, anggota Komunitas Folk Mojokerto didominasi kaum millennial. Untuk domisili anggota, tak hanya berasal Mojokerto saja.

"Anggota kami ada yang berasal dari Malang, Jombang, dan Sidoarjo. Selebihnya berasal dari Mojokerto. Usia anggota juga terbilang muda," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Fahmi menerangkan, Komunitas Folk Mojokerto mempunyai kegiatan rutin yang diadakan pada akhir pekan. Kegiatan itu yakni 'ngecamp bareng'. Sembari menikmati keindahan panorama alam Mojokerto, mereka juga menyisipkan kegiatan sharing ilmu.

Khofifah, Pakde Karwo dan Gus Ipul Berkumpul dalam Silaturahmi Ulama NU

Mengintip Lomba Kerapan Kelinci Pamekasan, Tradisi Baru Warga Desa Bulay Tiap Pekan

Anak Bungsu Bambang Trihatmodjo Menikah Tanpa Ayah, Postingan Mayangsari Ungkap Keberadaan Suaminya

"Sembari berpetualang kami mengabadikan momen berupa foto. Hasil foto nanti kami unggah di akun Instagram Komunitas Folk Mojokerto. Tujuannya tak lain untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Mojokerto," ucapnya.

Lokasi ngecamp dan berpetualang Komunitas Folk Mojokerto tak hanya di Mojokerto saja. Sesekali waktu, mereka juga memilih lokasi di luar Mojokerto.

"Memang kami fokus mengekplorasi wisata di Mojokerto. Tapi beberapa kali kami juga pernah mendatangi tempat wisata di luar Mojokerto seperti Seperti Coban Ralun di Gunung Bromo dan Paralayang di Kota Batu," sebutnya kepada Tribunjatim.com.

Dia menambahkan, bila ingin bergabung ke Komunitas Folk Mojokerto caranya cukup mudah, yakni ikuti akun Instagram komunitas dan tinggalkan pesan pribadi.

"Jadi tidak ada syarat khusus untuk bergabung, kami sangat terbuka bagi siapa saja yang mau belajar," tandasnya. (nen/TribunJatim.com).

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved