Berkunjung ke Malang, Ahmad Basarah Ingin Kades Jadi Garda Terdepan Kawal Pelaksanaan Pemilu 2019

Ahmad Basarah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Malang dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pendopo Peringgitan Malang.

Berkunjung ke Malang, Ahmad Basarah Ingin Kades Jadi Garda Terdepan Kawal Pelaksanaan Pemilu 2019
SURYA/ERWIN WICAKSONO
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Malang dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pendopo Pringgitan, Malang, Senin (11/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Malang dalam rangka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pendopo Peringgitan, Malang, Senin (11/3/2019).

Ahmad Basarah menekankan, penerapan sila kelima dalam Pancasila, yakni sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, harus benar-benar diamalkan dalam penerapan Dana Desa (DD) di seluruh desa di Kabupaten Malang.

Menurutnya, hal tersebut penting diberikan atensi, mengingat tahun ini merupakan pesta demokrasi.

"Dana desa, untuk mewujudkan keadilan sosial itu juga terkait pelaksanaan Pemilu yang sedang berlangsung seperti saat ini. Dalam konsep ideologi, ialah sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial," terang Ahmad Basarah usai sosialisasi.

Berbagai Persiapan Tim Pansel Jelang Uji Kompetensi dan Kelayakan Calon Direksi PDAM Kota Malang

Ahmad Basarah menambahkan, kepala desa juga memiliki kewajiban untuk mengawal jalannya Pemilu 2019, demi terciptanya Pemilu yang kondusif.

"Oleh karena itu, sosialiasasi ini sekaligus mengingatkan para kepala desa agar tidak terjebak konfrontasi agar tetap menjaga persatuan. Jadi garda terdepan adalah kepala desa," beber Ahmad Basarah.

Terkait kedatangannya di Kabupaten Malang, Ahmad Basarah menuturkan, MPR juga mendapat amanat dari UU MD3 untuk melaksanakan tugas-tugas sosialiasi tentang nilai-nilai luhur kebangsaan. meliputi sosialisasi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, sosialisasi UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara yang final, dan sosialisasi tentang Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dan sistem sosial bangsa Indonesia.

Klasemen Grup E Piala Presiden 2019, Sisakan Satu Laga, Arema FC Masih Berpeluang Lolos 8 Besar

Ahmad Basarah juga menyoroti oknum yang tidak bertanggung jawab ingin merubah ideologi Pancasila.

"Tak benar apabila ada pihak lain yang mengatakan pemerintah sekarang ingin merubah ideologi Pancasila. Sistem khilafah dan komunisme tidak sejalan dengan ideologi Pancasila," jelas Ahmad Basarah.

Ahmad Basarah menuturkan, Pancasila adalah ideologi yang telah menyatukan bangsa Indonesia yang beragam suku, agama dan sebagainya.

Halaman
123
Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved