Karena Tak Jadi Syarat Kelulusan, Tren Nilai Ujian Nasional (UN) Menurun, Mariyono: Kebijakan Diubah

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa tahun lalu tak lagi menjadikan Ujian Nasional (UN) sebagai syarat kelulusan.

Karena Tak Jadi Syarat Kelulusan, Tren Nilai Ujian Nasional (UN) Menurun, Mariyono: Kebijakan Diubah
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Ilustrasi UNBK 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa tahun lalu tak lagi menjadikan Ujian Nasional (UN) sebagai syarat kelulusan.

Hal ini, yang ditengarai membuat para siswa tak serius dalam mengerjakan soal UN yang kini berubah nama menjadi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer).

"Tahun ini masih belum diputuskan apakah UNBK masih tidak menjadi syarat kelulusan atau diubah kembali menjadi syarat kelulusan. Tetapi wacananya tahun ini kebijakan itu diubah, UNBK menjadi syarat kelulusan," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Mojokerto, Mariyono, Minggu (10/3).

Mariyono menjelaskan, dampak dari kebijakan UNBK tidak menjadi syarat kelulusan yakni nilai para siswa rata-rata menurun. Sebab, siswa tak lagi terpacu untuk meraih nilai tinggi dalam UNBK.

Dapat Tambahan Perangkat Senilai 2,5 Miliar, SMKN 1 Surabaya Jadi Pusat Server UNBK SMK Se-Jatim

Caleg DPR RI dari Partai PDI Perjuangan Febri Wibawa Berjanji Akan Bawa UMKM Sampai ke Luar Negeri

"Akibat kebijakan ini, siswa jadi tidak serius mengerjakan. Padahal pemerintah ingin mengukur tingkat ketercapaian proses belajar mengajar melalui ujian ini. Jika kebijakan soal UNBK tak segera diputuskan bakal terus menjadi polemik," jelasnya.

Dia menambahkan, tahun kemarin nilai UNBK siswa SMA dan SMK mengalami penurun. Nilai penurunan UNBK yang signifikan terjadi di SMK.

"Untuk presentasenya penurunan nilai yang mengetahui pasti Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Selain itu, yang menjadi faktor turunnya nilai siswa yakni soal analitik HOTS (Higher Order Thinking Skills)," ujarnya.

Untuk mengantisipasi penurunan nilai UNBK tahun ini, masih kata Mariyono, pihaknya telah mengimbau ke sekolah-sekolah. Selain itu pihaknya juga menggelar workshop dan seminar terkait HOTS.

"Kami menggelar seminar agar para siswa lebih siap dalam menghadapi soal HOTS," ucapnya

Mariyono menerangkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga berencana untuk menjadikan nilai UNBK menjadi syarat masuk Perguruan Tinggi.

"Nilai tertentu dari UNBK menjadi acuan agar bisa masuk perguruan tinggi yang diinginkan. Mungkin kebijakan ini bisa memacu siswa agar mendapat nilai tinggi. Tapi ini masih rencana," tandasnya. 

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved