Menristekdikti Komentari Dosen Diaspora di Luar Negeri, Sebut Kontribusi dan Pegawai Negeri Sipil

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pihaknya mendorong dosen diaspora menjadi PNS.

Menristekdikti Komentari Dosen Diaspora di Luar Negeri, Sebut Kontribusi dan Pegawai Negeri Sipil
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pihaknya mendorong dosen diaspora menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pengajuan Diaspora yang berada di luar negeri bisa menjadi PNS, dikatakan Nasir telah diajukannya ke Kemenpan-RB.

"Kami dorong Diaspora yang di luar negeri kembali ke Indonesia bisa menjadi PNS. Kami telah ajukan ke Kemenpan-RB," kata Menristekdikti Mohammad Nasir, Senin (12/3/2019).

Nasir mengatakan ada sekitar 5 ribu Diaspora yang merata di tersebar di luar negeri seperti Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Jerman.

Menristekdikti Dorong Dosen Diaspora Kembali ke Indonesia Jadi PNS

Menristekdikti Resmikan Gedung Baru Berkonsep Green Building di UK Petra Surabaya

Mereka dinilai memiliki potensi sangat besar dari berbagai riset dan inovasi.

"Ajakan kepada dosen diaspora ini karena mereka yang usia sudah di atas 35 tahun tapi sudah memiliki riset dan inovasi bagus mengangkat perguruan tinggi negeri di Indonesia," katanya.

"Kalau bisa membantu Indonesia akan luar biasa. Saya pernah ketemu di Stanford University dia punya inovasi di bidang elektronik, mekatronika engineering. Saat ini dimanfaatkan AS, padahal orang Indonesia. Ada yang ahli microchip," tambahnya.

Namun, membuat dosen diaspora kembali ke Indonesia menurutnya tidak mudah.

Nasir mengatakan harus ada perbaikan rwgulasi dan penyediaan dana yang cukup.

Soal SNMPTN 2019, Menristek: Nilai dan Kualitas Harus Dijaga, Jangan Sampai Anak Indonesia Rugi

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menristekdikti: Mahasiswa Penting untuk Perbaiki Cara Pandang Skeptis

"Presiden menganggarkan pengembangan SDM lebih besar, harapannya dilipatkan anggaran itu akan menarik diaspora kembali ke Indonesia," katanya.

Nantinya, dosen diaspora akan ditempatkan di kampus Indonesia yang berkalaborasi dengan kampus asing dengan pendanaan bersama pemerintah dan PT.

Sebanyak 250 dosen diaspora yang datang ke Indonesia tercatat pada tahun 2017-2018.

"Kkta butuh anggaran besar, karena mereka akanbandingkan pendatang di luar negeri dan Indonesia," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved