Sulap Lahan Kosong, Ibu-Ibu Jalasenastri Koarmada II Tanam Bunga & Tanaman Toga di Flat Satuan Kapal

Sulap Lahan Kosong, Ibu-Ibu Jalasenastri Koarmada II Tanam Bunga & Tanaman Toga di Flat Satuan Kapal.

Sulap Lahan Kosong, Ibu-Ibu Jalasenastri Koarmada II Tanam Bunga & Tanaman Toga di Flat Satuan Kapal
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ibu-ibu jalasenastri tanam bunga dan toga di flat satuan kapal. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ibu-ibu anggota Jalasenastri Koarmada II menyulap lahan kosong di sekitar flat satuan kapal menjadi kebun bunga, sayur dan tanaman toga.

Kesibukan tanam-menanam ini ditujukan untuk kegiatan saling bersilaturahmi antar satuan kapal dan juga memanfaatkan lahan kosong.

Pilih Nikahi Syahrini di Jepang, Reino Barack Ungkap Alasannya, Berhubungan dengan Tradisi Keluarga

Agar Tidak Terjadi Kelangkaan, Dirjen Tanaman Pangan Sebut Jatim Butuh Managemen Stok Jagung

Hal tersebut disampaikan Ketua Daerah Jalasenastri Koarmada II Ny. Dien Mintoro yang meninjau flat-flat satuan kapal di DBAL Koarmada II didampingi anggota.

Dien Mintoro bersama ibu-ibu anggota Jalasenastri memanfaatkan lahan kosong itu menjadi kebun sayur mayur, tanaman obat keluarga (toga) maupun bunga.

Shangri-La Surabaya Adakan Aktivitas Housekeeping dan Bercocok Tanam Bersama Siswa SLB

Mereka mengubah lahan menjadi lingkungan hijau, dengan menanam tanaman toga seperti temulawak, kunyit, tomat dan terong.

Sekitar flat atau rumah satuan kapal juga nampak cantik dengan bunga-bunga seperti anggrek.

"Kegiatan ini sebetulnya untuk mempererat silaturahmi antar pengurus Jalasenastri Koarmada dengan anggota yang bertempat tinggal di flat," kata Ketua Daerah Jalasenastri Koarmada II Ny. Dien Mintoro, Selasa (12/3/2019).

"Senang rasanya melihat ketekunan dan keterampilan ibu-ibu Jalasenastri Koarmada II menggalakan lahan kosong di sekitar rumah untuk ditanami tanaman toga, sayuran dan buah-buahan. Ini untuk kebersihan dan keindahan lingkungan," tambahnya.

Selain menanam tanaman toga, sayur mayur dan bunga, ibu-ibu Jalasenastri juga mengolah sampah menjadi kompos.

"Mereka juga sudah bisa mengolah sampah kering dan basah menjadi kompos yang bermanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Ada juga untuk bank sampah," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved