Dinas Perindustrian Kota Malang Ajak Budayawan dan Penggiat Seni untuk Tentukan Pakem Batik Malangan

Disperin Kota Malang mengajak seluruh penggiat seni, budayawan, pelaku fesyen dan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk menentukan pakem batik Malangan.

Dinas Perindustrian Kota Malang Ajak Budayawan dan Penggiat Seni untuk Tentukan Pakem Batik Malangan
SURYA/RIFKI EDGAR
Suasana 'Seminar Menggali dan Menemukan Motif Batik Malangan Antara Heritage dan Trend Fashion' yang digelar oleh Dinas Perindustrian Kota Malang di Hotel Pelangi, Malang, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang mengajak seluruh penggiat seni, budayawan, pelaku fesyen dan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk menentukan pakem batik Malangan.

Kegiatan yang bertajuk 'Seminar Menggali dan Menemukan Motif Batik Malangan Antara Heritage dan Trend Fashion' tersebut digelar Hotel Pelangi, Malang, Rabu (13/3/2019).

Hadir empat pemateri pada acara tersebut, di antaranya Dwi Cahyono ahli sejarahrawan, Dwi Cahyono pemerhati heritage, Suroso guru SMKN 5 Malang pengajar batik, dan Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC), Agus Sunandar.

Jasa Marga Pandaan-Malang Koordinasi dengan BPCB, Proyek Berhenti Sementara di Lokasi Temuan Situs

Kepala Bidang Ilmateta Disperin Kota Malang, Fahmi Fauzan mengatakan, saat ini batik yang ada di Kota Malang belum memiliki pakem atau ciri khas tersendiri.

Untuk itu, dengan digelarnya seminar ini bertujuan untuk menentukan pakem batik Malangan yang nantinya menjadi ciri khas dari Kota Malang.

"Seperti kita ketahui, industri batik di Kota Malang ini sangatlah banyak. Namun, temanya masih bebas. Yang umum tentunya hanyalah topeng, teratai dan Tugu Malang," ucapnya, Rabu (13/3/2019).

Tekan Praktik Pemalsuan dan Penjiplakan Karya, Bekraf Ajak 80 UMKM di Kota Malang Sosialisasikan HKI

Meskipun demikian, dengan digelarnya seminar ini, Kata Fahmi bukan semata-mata untuk menghilangkan ciri khas yang ada seperti topeng, teratai dan tugu tersebut.

Namun, untuk mencari dan menggali lagi potensi yang ada di Kota Malang dengan mengandalkan potensi sejarah dan budaya yang ada di Kota Malang.

"Kami bukan mengganti, tapi kami menggali lagi agar nantinya terciptalah pakem batik Malangan yang menjadi ciri khas di Kota Malang. Karena itu sudah menjadi sebuah brand," ujarnya.

Arema FC Vs Persita, Menang Jadi Harga Mati Singo Edan Jika Ingin Jaga Asa Lolos ke Babak Berikutnya

Dengan menggandeng para pakar budaya dan ahli sejarawan ini, Fahmi berharap, agar nantinya dapat menemukan motif-motif baru yang belum populer dan dapat diambil dari nilai historis yang belum terpublish.

"Harapan kami ini ingin mendorong, supaya industri batik di Kota Malang semakin berkembang. Tentunya kami ingin menemukan motif desain Batik Malangan yang bersumber dari nilai budaya dan heritage yang tetap fashionable mengikuti kemajuan tren fesyen," imbuhnya.

Sementara itu, Slamet Riyadi, satu di antara pengrajin batik di Kota Malang sangat mengapresiasi seminar yang digelar oleh Disperin Kota Malang.

Tak Hanya Temukan Koin Kuno dan Emas, Warga Sekarpuro Malang Juga Temukan Gigi serta Tulang Manusia

Menurutnya, seminar ini membuat para penggiat industri batik mendapatkan ide-ide baru apalagi dalam menentukan pakem batik Malangan itu sendiri.

"Selama ini kami hanya memproduksi batik bermotif topeng Malangan dan bunga teratai yang menjadi ciri khas Kota Malang. Selain itu kami juga mengambil tema bebas dan lebih memilih ke flora. Ya semoga saja ke depan Kota Malang ini bisa memiliki pakem batik tersendiri seperti yang ada di daerah lain," tandasnya. (Surya/Rifki Edgar)

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved