Dinkes Jatim Imbau Masyarakat Waspada Penyakit Pasca Banjir, Mulai Diare Sampai Penyakit Kulit

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menghimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap second disaster atau bencana kedua pasca banjir.

Dinkes Jatim Imbau Masyarakat Waspada Penyakit Pasca Banjir, Mulai Diare Sampai Penyakit Kulit
(Surya/Rahadian bagus)
Tim BPBD mengevakuasi pelajar dan juga warga Desa Jerukgulung, Kecamatan Balerejo, Madiun, Rabu (6/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim menghimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap second disaster atau bencana kedua pasca banjir.

Seperti penyakit leptospirosis atau penyakit yang disebabkan oleh tikus.

Kohar Hari Santoso, Kadinkes Jatim menjelaskan, bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Jatim khususnya kabupaten Madiun patut diantisipasi.

Sebab, banjir yang mulai surut justru akan menimbulkan penyakit tertentu, seperti leptospirosis, diare, penyakit kulit, hingga gigitan ular.

Terbukti Korupsi Dana BPJS Kesehatan, Mantan Kadinkes Gresik Divonis 6 tahun Penjara

Musim Hujan dan Rawan Banjir, Dinkes Kabupaten Tuban Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Diare

“Kalau banjir biasanya hewan terangkat ke permukaan, sehingga yang perlu diperhatikan mulai kebersihan air, sanitasi, nutrisi. Penyakit leptospirosis sampai 8 maret 2019 sudah ada 33 kasus di jatim. Dan dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia,” urainya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id (grup TribunJatim.com), Rabu (13/3/2019).

Untuk mengantisipasi penyakit pasca banjir ini, lanjutnya, Dinkes Jatim telah memberikan bantuan berupa pengobatan dan relawan cepat tanggap dalam menghadapi bencana banjir.

“Ada 20 pos yang didirikan untuk membantu masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati dalam menghadapi bencana banjir,” pungkasnya. (Surya/Sulvi Sofiana)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved