Sebelum Dibangun Tol, Warga Sekarpuro Malang Ini Akui Temukan Batu Bata Kuno Saat Bangun Rumah Warga

Sebelum Dibangun Tol, Warga Sekarpuro Malang Ini Akui Temukan Batu Bata Kuno Saat Bangun Rumah Warga.

Sebelum Dibangun Tol, Warga Sekarpuro Malang Ini Akui Temukan Batu Bata Kuno Saat Bangun Rumah Warga
SURYA/RIFKY EDGAR
Seorang petugas dari BPCB Jawa Timur sedang melakukan ekskavasi di situs purbakala Sekarpuro Malang, Rabu (13/3). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Yanto (50), warga Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang mengaku telah menemukan batu bata kuno sebelum adanya proyek pembangunan Jalan Tol.

Batu bata tersebut ditemukan pada saat membangun rumah seorang warga di dekat lokasi tempat penemuan situs purbakala tersebut.

Menurutnya, batu bata yang ditemukan tersebut berada satu hingga satu setengah meter berada di dalam tanah.

Kasus Pencabulan Siswi-siswi SDN Kauman Tiga, Polres Malang Tetapkan Guru IM Sebagai Tersangka

Ibu & Anak dari Malang Kompak Jadi Bandar Narkoba Setahun Ini, Diringkus Polisi di Rumahnya

"Sekitar tiga tahun lalu, ada pekerja bangunan menemukan batu bata yang ukurannya besar. Akhirnya batu bata itu dijadikan sebagai pondasi rumahnya," ucap Yanto.

Batu bata yang ditemukan di situs purbakala itu ukurannya bervariasi.

Yang masih utuh kebanyakan memiliki ketebalan 10 centimeter dengan panjang mencapai 30 centimeter.

Termakan Ajakan Hindari Kiamat, 53 Warga Jual Tanah-Rumah Cuma Rp 20 Juta, Lalu Berlindung di Malang

Mulai 13 Maret 2019, Dinas Perindustrian Kota Malang Gelar Perlombaan Desain Batik

Kini, kondisi batu bata tersebut sebagaian banyak yang hancur akibat truk bego yang mengeruk tanah tersebut.

"Sebulan yang lalu, banyak ini batu batanya, tapi sebagian hancur terlindas truk bego dan sebagian lagi telah dibuang ke sungai," ujar Yanto.

Yanto sendiri mengaku, bahwa dulunya tanah yang ditemukan situs purbakala ini merupakan tanah milik neneknya sebelum dibeli untuk pembangunan proyek Tol Malang-Pandaan.

Dia sendiri juga tidak pernah menemukan benda-benda kuno di sekitar lokasi tersebut.

"Dulu sewaktu saya masih muda, nenek cuma berpesan, kalau di belakang rumah (tempat penemuan situs) itu merupakan bangunan masjid," ungkapnya.

Kini, lokasi penemuan situs purbakala tersebut telah di ekskavasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur guna mendeteksi struktur bangunan.

Wicaksono Dwi Nugroho, Arkeolog dari BPCB Jatim mengatakan, bahwa ukuran batu bata yang ada di Situs Sekarpuro ini ukurannya lebih besar dari batu bata yang ada di Trowulan, Mojokerto.

Kata Dwi, kemungkinan batu bata ini berasal dari zaman pra Kerajaan Majapahit.

"Memang bentuknya (batu bata) besar, bisa saja ini dari zaman pra Kerajaan Majapahit. Tapi itu masih kemungkinan. Kita lihat saja dalam lima hari ke depan ini seberapa luas bentuk bangunan yang ada di wilayah Sekarpuro ini," ucapnya.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved