Pria Blitar Ini Pasang Wifi Untuk Judi Online di Rumah, Terendus Polisi, Diciduk di Kandang Kambing

Pria Blitar Ini Pasang Wifi Untuk Judi Online di Rumah, Terendus Polisi, Diciduk di Kandang Kambing.

Pria Blitar Ini Pasang Wifi Untuk Judi Online di Rumah, Terendus Polisi, Diciduk di Kandang Kambing
tribunnews.com
Ilustrasi Judi Online 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Demi melancarkan aksinya, Sulis (36), warga Dusun/Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, rela mengeluarkan uang buat memasang WIFI di rumahnya.

Namun, tak tahunya, Wifi itu dipakai buat perjudian online.

Akibatnya, aksi perjudian online itu terendus petugas buser Polres Blitar.

Diduga Jalankan Judi Online Berkedok Game, Tujuh WNA dari Tiongkok Terancam Dideportasi

Modus Tujuh WNA Asal Tiongkok Jalankan Judi Online, AKBP Arman: Kegiatannya Terstruktur

Tepat Kamis (14/3) petang kemarin atau pukul 18.00 WIB, petugas mendatangi rumahnya dan langsung membekuk Sulis.

Saat ditangkap, ia sedang merekap daftar penombok, sehingga petugas mengamankan uang Rp 1,075 juta.

Nekat Judi Dadu dan Resahkan Warga, Dua Pria di Kabupaten Gresik Dituntut Hukuman Satu Tahun Penjara

"Dia, kami ditangkap di belakang rumahnya atau di kandang kambing," kata Iptu M Burhanudin, Kabag Humas Polres Blitar, Jumat (15/3).

Menurutnya, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat kalau di Desa Ngaringan ada kegiatan judi.

Namun, itu bukan judi kartu melainkan judi online, yang tak lain togel dari jaringan luar negeri.

Caranya, antara penombok dengan pengepulnya, tak harus ketemu. Sebab, penombok bisa mentransfer uang taruhannya ke pengepul.

Karena itu, judi seperti itu sulit dideteksi. Namun, serapi-rapinya, akhirnya tercium juga.

Informasinya, penombok memasang nomer taruhannya paling kecil Rp 5.000 dan sampai Rp 50.000.

Belum jelas dapatnya berapa jika memasang Rp 5.000 dan nomernya tembus, namun omsetnya diperkirakan setiap bukaan Rp 1 juta. Itu karena pemasangnya belum banyak melainkan hanya warga sekitar itu.

Informasinya, untuk pengepul sekelas Sulis, itu dapat komisi atau fee 20 persen. Maksudnya, jika ia mendapatkan omset Rp 1 juta, maka ia dapat komisi Rp 200.000.

"Begitu petugas mendapat informasi seperti, langsung menyelidikinya. Ternyata, ia menjalankan judi online dengan memasang WIFI di rumahnya. Tujuannya, jaringan internetnya tersambung dengan cepat," ungkap Burhan.

Kepada petugas, menurut Burhan, ia mengaku buat hiburan, dan sekaligus buat tambahan penghasilan keluarga.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved