Berikut Jumlah yang Harus Dibayar Petani Agar Dapat Klaim Asuransi saat Terjadi Gagal Panen

Sebagian besar petani di Tuban yang sawahnya terendam banjir beberapa hari lalu akan mendapat klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Berikut Jumlah yang Harus Dibayar Petani Agar Dapat Klaim Asuransi saat Terjadi Gagal Panen
TribunJatim/ Rorry Nurmawati
Ilustrasi sawah terendam banjir dan terancam gagal panen 

Laporan Wartawan Surya, Mochamad Sudarsono.

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Sebagian besar petani di Kabupaten Tuban yang sawahnya terendam banjir beberapa hari lalu akan mendapat klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Namun tidak semua petani bisa mendapat premi kerugian akibat bencana tersebut. Sebab, itu hanya untuk petani yang mendaftarkan luasan lahannya saat musim tanam kepada pihak asuransi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji mengatakan, petani yang bisa mendapat klaim ganti rugi adalah yang membayar asuransi.

Nilainya adalah per hektar Rp 180 ribu, namun untuk saat ini petani tidak membayar secara penuh.

Lahan Sawah yang Terendam Banjir di Tuban Bakal Diganti Rugi, Ini Nilai Preminya yang Didapat Petani

Ribuan Hektar Sawah Terdampak Banjir di Kabupaten Tuban

Melainkan Rp 36 ribu dibayar petani dan sisanya senilai Rp 144 ribu dibayar Pemerintah melalui APBN, dalam hal ini Kementerian secara langsung.

"Ya bayarnya segitu jumlahnya, itu dibayar per musim panen ke asuransi Jasindo," Ujar Murtadji kepada wartawan, Jumat (15/3/2018).

Mantan Camat Bancar itu menjelaskan, dari nilai asuransi yang dibayar tersebut, jika terjadi bencana banjir yang berakibat gagal panen maka per hektar petani akan mendapat klaim Rp 6 juta.

Nanti yang membayar adalah pihak asuransi, dalam hal ini Jasindo. 

Sedangkan dari data sementara terdapat 145, 38 hektar sawah yang terendam banjir. Sawah-sawah tersebut berada di Kecamatan Plumpang, Widang, Tambakboyo, Jenu, Palang dan Rengel.

"Data sementara ada 145, 38 hektar, tapi masih ada dari Kecamatan Rengel dan Soko yang masih dalam proses hitungan verifikasi," Pungkasnya.

Dari perhitungan yang dilakukan wartawan Surya, jumlah total kerugian dari 145, 38 hektar x 6 juta maka ketemu hasilnya sekitar Rp 870 juta.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved