Cuaca dan Kondisi Tanah Lembek Jadi Kendala Ekskavasi Situs Purbakala Sekaran di Tol Pandaan-Malang

Proses ekskavasi situs Sekaran yang berada di Kilometer 37 Tol Pandaan-Malang tekendala cuaca.

Cuaca dan Kondisi Tanah Lembek Jadi Kendala Ekskavasi Situs Purbakala Sekaran di Tol Pandaan-Malang
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
petugas saat melakukan ekskavasi dengan mencangkul lahan untuk mencari struktur bangunan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Proses ekskavasi situs Sekaran yang berada di Kilometer 37 Tol Pandaan-Malang tekendala cuaca. Setiap hujan turun, ekskavasi dihentikan sementara lantaran kontur tanah menjadi lembek dan berbahaya jika dilakukan penggalian.

"Jadi kalau tanahnya lembek dan dipaksa melakukan penggalian, bisa-bisa nanti malah batu-batanya ikut tergali. Itu bahaya," kata Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim), Wicaksono Dwi Nugroho, Sabtu (16/3/2019).

Ia menambahkan ada tambahan personil untuk mempercepat ekskavasi situs purbakala. Pada hari pertama, BPCB menerjunkan 8 petugas penggalian dan 2 arkeolog. Sedangkan saat ini, ada 13 petugas penggalian dan 2 arkeolog.

"Arkeolog tetap dua orang tapi untuk proses penggalian ada tambahan 5 orang," katanya. 

Sebaran Bata di Lokasi Cukup Luas, Ekskavasi Situs Kuno di Malang Diperpanjang Hingga Kamis Depan

Proses Ekskavasi Situs Kuno di Malang, BPCB Jatim Fokus Bersihkan Hamparan Batu-bata yang Berserakan

Wicaksono mengatakan lahan yang diekskavasi saat ini mencapai 10x25 meter dan diperkirakan terus bertambah. Sebab, di sisi struktur bangunan yang pertama kali ditemukan terdapat hamparan bata yang cukup luas. Hamparan tersebut diduga merupakan bagian dari situs Sekaran.

"15 meter dari temuan struktur bangunan yang pertama kita lihat ada sebarab bata yang cukup banyak. Kami sedang mengejar itu agar bisa membuat kesimpulan bangunan ini bangunan apa," katanya.

Proses ekskavasi Situs Sekaran juga diperpanjang hingga Kamis (21/3/2019) mendatang. Keputusan ini diambil usai melihat sebaran batu-bata yang cukup massif di lokasi.

"Kemarin sudah diputuskan untuk diperpanjang karena ternyata sebaran batanya cukup banyak dan luas. Jadi diperpanjang hingga Kamis," pungkas Wicaksono.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved