Senam Diabetik Gratis di RS Wiyung Surabaya, Sikapi Mati Rasa Pada Penderita Diabetes

Direktur Rumah Sakit (RS) Wiyung Sejahtera Surabaya, dr Eko Wahyu Agustin MM menjelaskan, mati rasa yang kerap dialami oleh penderita diabetes sebenar

Senam Diabetik Gratis di RS Wiyung Surabaya,  Sikapi Mati Rasa Pada Penderita Diabetes
hefty Suud/Tribunjatim.com
Senam diabetik di Halaman RS Wiyung Sejahtera 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Direktur Rumah Sakit (RS) Wiyung Sejahtera Surabaya, dr Eko Wahyu Agustin MM menjelaskan, mati rasa yang kerap dialami oleh penderita diabetes sebenarnya dapat diantisipasi atau dicegah supaya keadaan tersebut tidak bertambah parah.

"Penderita diabetes kan sering ya mengalami luka tapi tidak tahu apa mulanya, tahunya saat lukanya sudah lebar. Sebenarnya, penyebabnya adalah luka kecil yang tidak terasa dan terdeteksi, sebab penderita diabetes biasanya juga mengalami mati rasa," ujar dr Eko, ditemui di RS Wiyung, Sabtu (16/3/2019).

Penjelasannya, diabetes kerap kali berdampak pada pada ganguan mikro dan makro vaskuler seseorang. Ganguan tersebut, salah satunya menyerang saraf-saraf tepi, itulah yang menyebabkan penderita diabetes mengalami mati rasa.

Menyikapi kondisi tersebut, dr Eko menyarankan senam diabetik atau umumnya disebut senam persadia. Senam tersebut merupakan senam fisik yang dirancang sesuai usia dan gejala dibetes pasien.

"Senam persadia terdiri dari fariasi gerakan fisik yang bertujuan melancarkan aliran di pembuluh darah, supaya darah dalam tubuh pasien penderita diabetes, bisa sampai ke saraf tepinya," ungkapnya.

Ribuan Cyclist 13 Negara dan 363 Komunitas Berlomba di Herbana Bromo KOM Challenge 2019 Hari Ini

Hendak Larikan Motor Curian ke Madura, Pria Asal Kediri Diringkus Polisi yang Berjaga di Suramadu

Hanya Ruangan Kepala Kantor Kemenag Gresik Disegel KPK

Apabila aliran darah sampai pada saraf tepi, lanjut dr Eko, otomatis indra peraba akan peka terhadap goresan, apalagi luka. Itulah mengapa, senam persadia dikatakan bermanfaat meminimalisir kemungkinan gejala mati rasa pada penderita diabetes.

Pada pasien yang sudah mengalami gejala mati rasa, senam tersebut, disampaikan dr Eko berfungsi mengantisipasi supaya gejala tersebut tidak berlanjut semakin parah. Tentunya manfaat senam persadia dapat dirasakan apabila pasien diabetes melakukannya secara rutin dan konsisten.

Senam tersebut, dilanjutkan Palupi Eka, Marketing Executive RS Wiyung Sejahtera, diadakan gratis setiap dua minggu sekali. Bertempat di halaman RS Wiyung Sejahtera. Tepatnya setiap hari Sabtu di minggu ke dua dan minggu ke empat setiap bulan.

"Senam ini nggak hanya untuk pasien kami kok, bebas, terbuka untuk umum dan gratis. Terdekat bulan ini akan diadakan kembali pada Sabtu (23/3/2019), mulai pukul 06.00 sampai 07.00, lokasinya selalu di halaman RS," ungkap Lupita, sapaan akrab Palupi Eka.

Imbuhnya, senam tersebut akan dipandu oleh instruktur bersertifikat spesialis persadia. Selain senam, ada juga tamahan berupa penyuluhan diabetes atau cek gula darah gratis dari RS Wiyung Sejahtera.

Lupita pun menuturkan, secara spesifik senam persasdia memang ditujukan untuk penderita diabetes. Namun, yang belum menderita diabetes pun dapat mengikuti senam persadia, mengingat manfaatnya yang baik, yaitu melancarkan aliran di pembuluh darah.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved