Rumah Politik Jatim

SPSI Jatim Tanggapi Kartu Pra Kerja Jokowi-Ma'ruf, Harus Galakkan Industri Padat Karya

Debat publik ke tiga dalam rangkaian Pilpres 2019 ini akan mempertemukan cawapres nomor urut 1 KH Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 2, Sandiaga Uno.

SPSI Jatim Tanggapi Kartu Pra Kerja Jokowi-Ma'ruf, Harus Galakkan Industri Padat Karya
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur secara khusus menyorot program yang diusung oleh Jokowi-Ma'ruf 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - mengus

Menang Pilpres, Prabowo Liburkan Sekolah Umum dan Kampus Selama Ramadhan Sebulan Penuh

ung tema yang menjadi bahasan dalam Debat Calon Wakil Presiden 2019 besok Minggu (17/3/2019) adalah masalah ketenagakerjaan.

Debat publik ke tiga dalam rangkaian Pilpres 2019 ini akan mempertemukan cawapres nomor urut 1 KH Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 2, Sandiaga Uno.

Keduanya akan saling mempromosikan program mereka dalam penanganan masalah ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan dan sosial budaya.

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur secara khusus menyorot program yang diusung oleh Jokowi-Ma'ruf dalam urusan ketenagakerjaan yaitu program Kartu Pra Kerja.

Program yang membekali pelatihan dan magang bagi calon pekerja itu, sebagaimana disampaikan Ketua DPD SPSI Jatim Achmad Fauzi, adalah sebuh terobosan.

Bahkan terbilang memberikan input positif berupa pelatihan dan magang agar calon pekerja benar memiliki skill.

Bambang Haryo : Pemerintah Kebangetan Tak Bisa Proteksi Hutan, Sedot APBN Rp 7,8 Triliun

Terkait Penolakan Kilang Minyak Pertamina-Rosneft, Bupati Tuban: Saya Minta Warga Berpikir Jernih

 

"Program Kartu Pra Kerja itu boleh saja. Bahkan itu terobosan. Tapi kita faktual saja, terlebih saat ini pengangguran banyak dan yang punya kesempatan kerja hanya segitu," kata Fauzi pada Surya, Sabtu (16/3/2019).

Ia mengapresiasi program tersebut, asalkan nanti saat benar tepilih dan diterapkan, program ini tidak menimbulkan masalah baru.

Terutama dalam program ini memuat pemberian tunjangan sebesar Rp 1 juta per bulan pada calon pekerja yang sudah dapat pelatihan dan magang sembari menunggu dapat kerja di perusahaan.

Lebih lanjut, menurutnya pemerintah tetap harus berupaya memberikan solusi kongkrit terhadap tingginya angka pengangguran.

Dikatakan Fauzi, satu-satunya cara yang harus ditempuh adalah membuka lapangan kerja seluas-seluasnya. Agar tenaga kerja dalam negeri bisa mendapat kesempatan kerja.

"Masalah di lapangan saat ini, orang mencari kerja itu sangat sulit. Maka mau nggak mau pemerintah arus ciptakan lapangankerja. Industri padat karya harus digalakkan kembali. Hanya dengan begitu tenaga kerja bisa terserap," tegasnya. (Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved