23 Sekolah di Mojokerto Tak Dapat Dana Peremajaan Karena Berdiri di Lahan yang Pemiliknya Tak Jelas

Sejumlah sekolah di Kota Mojokerto tercatat belum memiliki sertifikat tanah sendiri. Akibatnya, sekolah-sekolah ini tidak mendapat dana peremajaan

23 Sekolah di Mojokerto Tak Dapat Dana Peremajaan Karena Berdiri di Lahan yang Pemiliknya Tak Jelas
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Seorang guru SDN Prajurit Kulon 1 meninjau lokasi ruangan perpustakaan yang atapnya roboh karena minimnya peremajaan, Selasa (12/3) 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sejumlah sekolah di Kota Mojokerto tercatat belum memiliki sertifikat tanah sendiri.

Akibatnya, sekolah-sekolah tersebut tidak mendapat kucuran dana untuk pemeliharaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid mengatatakan, penyebab beberapa sekolah tak memiliki sertifikat tanah rata-rata karena masalah sengketa.

Sebab beberapa sekolah berdiri di atas tanah warisan warga dan tanah cawisan.

(Menang Pilpres, Prabowo Liburkan Sekolah Umum dan Kampus Selama Ramadhan Sebulan Penuh)

(Lucinta Luna Ungkap Kisah Masa Kecil, Hotman Paris Kaget Dengar Nama Sekolah dan Cerita Orang Tuanya)

"Sejumlah sekolah juga berdiri di atas tanah Perumnas. Namun, Perumnas sudah menghibahkan sebagian tanah untuk sekolah. Tinggal menunggu prosesnya," kata Amin, Minggu (17/3).

Amin menyebutkan, saat ini ada 23 sekolah yang kepemilikan lahannya belum jelas.

Rinciannya yakni, SDN Mentikan 6, SDN Blooto 1, 2 dan 3, SDN Prajurit Kulon 1, 2, dan 3, SDN Gunung Gedangan 1 dan 2, SDN Wates 1, 3, 4, 5, dan 6. SMPN 7 dan 9, TK Magersari dan TK Prajurit Kulon, SDN Magersari 1 dan 2, SDN Meri 1 dan 2, serta SDN Kranggan 1 dan 5.

Dari 23 sekolah tersebut, 6 di antaranya sudah berkasnya sudah masuk ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan tinggal menunggu penerbitan sertifikat.

Sedangkan 17 sekolah lain, masih proses pengajuan dan pengukuran lahan.

"Jumlah sekolah yang belum bersertifikat sudah menurun. Sebelumnya total ada 63 sekolah yang belum bersertifikat," ujarnya.

(PPDB 2019 Akan Digelar Bulan Mei,Sekolah Kawasan Terancam Dihapus Karena Permendikbud 51/2018)

(Menang Pilpres, Prabowo Liburkan Sekolah Umum dan Kampus Selama Ramadhan Sebulan Penuh)

Salah satu sekolah yang belum jelas kepemilikan lahannya yakni SDN Prajurit Kulon 1 Jalan Prajurit Kulon 47, Kota Mojokerto.

Salah satu ruangan di SDN Prajurit Kulon roboh akibat dana pemeliharaan tak bisa turun karena belum bersertifikat.

Ruangan itu adalah ruangan perpustakaan. Atap ruang perpustakaan roboh karena minimnya peremajaan. Puing-puing kayu juga dibiarkan berserakan. Selain itu, rumput liar juga tumbuh subur di dalam ruang perpustakaan.

"Atap perpustakaan roboh sejak tiga tahun lalu. Hingga kini belum ada perbaikan. Kami membuat ruang pojok baca di setiap sudut kelas agar para siswa bisa membaca buku," tandas Sri Purwati salah satu guru Prajurit Kulon 1.

Reporter: Surya/Danendra Kusuma

(Lucinta Luna Ungkap Kisah Masa Kecil, Hotman Paris Kaget Dengar Nama Sekolah dan Cerita Orang Tuanya)

(Dispendik Surabaya Siapkan Tim Helpdesk untuk Bantu Sekolah Selama Pelaksanaan USBN dan UNBK)

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved