Rumah Politik Jatim

Di Hadapan Ribuan Fatayat NU, Fandi Utomo Tegaskan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi pada Pemilu 2019

Fandi Utomo mengungkapkan jika Pemilu 2019 ini memiliki beberapa tujuan secara spesifik demi kepentingan demokrasi.

Di Hadapan Ribuan Fatayat NU, Fandi Utomo Tegaskan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi pada Pemilu 2019
TRIBUNJATIM.COM
Fandi Utomo bersama jemaah Fatayat Nahdlatul Ulama Surabaya, Minggu (17/3/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Caleg DPR RI asal PKB untuk Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo nomor urut 3, Fandi Utomo terus memberikan sosialisasi terkait pentingnya Pemilu 2019, Minggu (17/3/2019).

Hal itu satu di antaranya dilakukan karena ia juga merupakan bagian dari Tim Perumus UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Kali ini, Fandi Utomo memaparkan hal itu di hadapan ribuan massa Fatayat Nahdlatul Ulama Surabaya.

Di Hadapan Ratusan Guru RA, Fandi Utomo: Pemilu 2019 Bisa Tuntaskan Masalah Korupsi

Pada kesempatan ini, Fandi Utomo mengungkapkan jika Pemilu 2019 ini memiliki beberapa tujuan secara spesifik demi kepentingan demokrasi.

Satu di antaranya adalah terkait konsolidasi demokrasi yang memiliki tingkat urgensi tinggi.

"Ada tiga isu besar yang bisa dijawab dan ditemukan solusinya melalui Pemilu 2019 ini. Apa saja? Pertama, Pemilu 2019 ini harus mampu menyelesaikan isu klasik korupsi. Kedua, Pemilu 2019 juga harus bisa menyelesaikan permasalahan disintegrasi bangsa," ujar Fandi Utomo, Minggu (17/3/2019).

Gelombang Dukungan RW-RW Surabaya Mantapkan Kemenangan KH Maruf Amin dan Fandi Utomo PKB

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengungkapkan jika sistem pemerintahan presidensial yang dianut oleh Indonesia juga diharapkan bisa menjadi lebih kuat di Pemilu 2019 ini.

"Ada dua tujuan pula terkait penguatan sistem presidensial ini. Pertama, penguatan posisi presiden di Parlemen. Kedua, sistem multipartai yang kompleks saat ini bisa menjadi lebih sederhana," jelas Fandi Utomo.

"Sistem multipartai yang kompleks saat ini kan justru membuka ruang-ruang untuk korupsi karena biaya politik yang sangat tinggi. Dengan sistem Pemilu 2019, diharapkan masalah-masalah ini bisa diurai," pungkas mantan Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Bangun Bozem dan Taman, Tri Rismaharini: Surabaya Tepi Laut, Paling Menderita kalau Ada Kiriman Air

Sebagai informasi, di Pemilu 2019 ini, sistem penghitungan kursi di Parlemen menjadi sedikit berbeda.

Halaman
12
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved