Mensesneg RI Pratikno Minta PTS Mampu Berinovasi Ciptakan Lapangan Kerja Era Revolusi Industri 4.0

Mensesneg RI Pratikno meminta Asosisasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dapat memecahkan masalah lapangan pekerjaan bagi lulusannya.

Mensesneg RI Pratikno Minta PTS Mampu Berinovasi Ciptakan Lapangan Kerja Era Revolusi Industri 4.0
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Menteri Sekretaris Negara RI Pratikno di Hotel Bumi Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno meminta Asosisasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dapat memecahkan masalah sosial melalui inovasi dan menciptakan lapangan kerja untuk lulusannya.

Pratikno mengatakan satu di antaranya dengan berinovasi di bidang wirausaha dan mempersiapkan lulusan yang ditunggu pasar kerja.

"Tidak harus membuka prodi baru (program studi baru). Relevan dengan tantangan yang ada di masyarakat, melakukan relaksasi kurikulum misalnya magang lebih banyak dan mendorong mahasiswa punya project inovasi yang dihargai di dalam SKS tentu seja dengan standart mutu terjaga," kata Pratikno di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (16/3/2019).

Untuk itu, dia mengajak APTISI untuk mengajukan rekomendasi atau usulan agar kekuatan PTS yang menurutnya sangat besar itu dapat dilakukan dengan hasil yang luar biasa.

Mensesneg RI Beri Wejangan Rektor APTISI untuk Manfaatkan Revolusi Industri 4.0 Lewat Inovasi Kampus

SBY Langsung Minta Maaf Gara-gara Ucapan Obama Saat Makan Siang, Mensesneg Sampai Disuruh ke Dapur

Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada itu mengatakan saat ini banyak yang memanfaatkan perkembangan Revolusi Industri 4.0 melalui digital ekonomi.

Pratikno mengatakan tidak semua perlu didorong menjadi akademisi namun inovasi-inovasi memanfaatkan peluang kerja di era Revolusi Industri 4.0, dicontohkannya memasarkan wisata Indonesia.

"Fokusnya mengisi peluang kerja, meningkatkan nilai lebih bahan dan nilai lokal. Misalnya mahasiswa ilmu budaya, punya misi meningkatkan budaya lokal dengan mengangkat budaya lokal dan peluang kerja, promosi melalui video netflight. Tidak semuanya didorong menjadi akademisi," katanya.

Menurutnya yang penting digarap adalah memanfaatkan perkembangan teknologi misalnha digital ekonomi dapat menjadi pasar bagi produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena nilainya 80 persen ekonomi Indonesia.

"Kewirausahan kita masih rendah, masih tiga atau empat persen dari total produk. Padahal di negara besar sudah dua digit. Itu yang jadi penting," pungkasnya.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved