BNN Kabupaten Kediri Meringkus Pengedar Sabu-Sabu Antar Kota saat Melakukan Transaksi Jual Beli

BNN Kabupaten Kediri meringkus dua tersangka pengedar sabu-sabu jaringan antar kota.

BNN Kabupaten Kediri Meringkus Pengedar Sabu-Sabu Antar Kota saat Melakukan Transaksi Jual Beli
SURYA.CO.ID/DIDIK MASHUDI
Dua tersangka pengedar sabu-sabu antar kota diringkus BNN Kabupaten Kediri, Senin (18/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - BNN Kabupaten Kediri meringkus dua tersangka pengedar sabu-sabu jaringan antar kota.

kedua tersangka diamankan bersama barang bukti sabu yang akan diedarkan di wilayah Kabupaten Kediri, Senin (18/3/2019).

Tersangka yang diamankan AD (18) warga Mojokerto yang berprofesi sebagai operator alat berat beckhoe. Pelaku diamankan saat akan melakukan transaksi di perempatan Papar, Kabupaten Kediri.

Dari hasil penggeledahan, petugas BNN Kabupaten Kediri menemukan barang bukti berupa satu plastik kecil berisi narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu dengan berat 1,26 gram yang disimpan dalam bungkus rokok.

Petugas juga mengamankan sebuah pipet kaca dan sebuah ponsel yang biasa digunakan untuk bertransaksi.

Bea Cukai Juanda Surabaya Gagalkan Penyelundupan Sabu dalam Anus dan Box Speaker

Residivis Narkoba Ini Mau Transaksi Sabu di Depan Minimarket Surabaya, Keburu Diciduk Polda Jatim

Kepala BNN Kabupaten Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati menjelaskan, dari hasil interogasi tersangka AD memperoleh sabu-sabu dari SG yang berprofesi sebagai sopir.

Selanjutnya petugas langsung bergerak meringkus SG di rumahnya Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Saat petugas menggeledah rumahnya diamankan barang bukti berupa, satu plastik kecil berisi narkotika golongan 1 jenis sabu dengan berat 0,5 gram yang disimpan dalam bungkus rokok.

Satu unit sepeda motor dan dompet warna hitam juga diamankan.

"Petugas saat ini masih mengembangkan jaringan di atasnya," tambahnya.

Tersangka AD dan SG bakal dijerat dengan Undang-undang No 35/2009 pasal 114 ayat 1sub pasal 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved