Polda Jatim Telusuri Penyebar Hoax Kiamat

Kepolisian Daerah Jawa Timur menelusuri penyebar informasi Hoax Kiamat yang meresahkan masyarakat di Jawa Timur.

Polda Jatim Telusuri Penyebar Hoax Kiamat
TRIBUNJATIM.COM/RAHADIAN BAGUS P
Polisi mendatangi rumah Katimun, di Watu Bonang, Ponorogo. Katimun adalah sosok yang diduga mengajak 52 warga Watu Bonang mengungsi ke Malang untuk menghindari kiamat. 

 TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur menelusuri penyebar informasi Hoax Kiamat yang meresahkan masyarakat di Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan berkali-kali pihaknya sudah menyampaikan bahwa di Indonesia saat ini menghadapi tantangan mengenai informasi Hoax.

Informasi Hoax ini dibentuk sedemikian rupa untuk melakukan penipuan terhadap publik atau yang diinginkan user.

"Informasi tentang hari kiamat itu disebarkan secara sistematis yang kemudian sebagian masyarakat menjadi percaya," ungkapnya di Mapolda Jatim, Senin (18/3/2019).

Barung Mangera menjelaskan, hal itu bahkan berdampak kepada beberapa masyarakat yang percaya sehingga mereka menjual rumah, harta dan semuanya untuk mengikuti informasi Hoax tersebut.

"Padahal pesantren yang berada di Kota Batu menyatakan bahwa adanya informasi kiamat adalah hoax yang tidak pernah disampaikan seperti itu," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Pihak Kepolisian menyatakan sudah mengantongi identitas mulai dari nama dan alamat terkini beberapa orang yang diduga tertipu soal hoax meskipun mereka sudah menjual rumahnya.

Erupsi Gunung Bromo, Statusnya Level Waspada, TNBTS Larang Wisatawan Dekati Kawah Radius 1 Kilometer

Heboh Isu Kiamat, Sejumlah Warga Jombang Jual Rumah untuk Boyongan ke Pesantren di Kasembon Malang

Hujan Ganggu Persiapan Persebaya Surabaya Pada Babak 8 Besar Piala Presiden

"Meskipun rumah mereka sudah dijual tetapi kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan untuk mengetahui secara pasti dari mana hoax itu diterima sehingga membuat masyarakat resah," terangnya kepada Tribunjatim.com.

Guna menanggantisipasi adanya kejadian ini agar tidak terulang kembali, pihak Kepolisian Polda Jatim bekerjasama dengan tokoh agama, Nahdlatul Ulama dan Departemen Agama untuk meluruskan seluruh informasi yang bersifat hoax, apalagi yang menyangkut kiamat.

"Saat itu juga kami mendatangi pesantren dimaksud untuk memastikan bahwa yang bersangkutan tidak pernah menyampaikan seperti yang didapatkan oleh masyarakat terkait informasi hoax kiamat itu," terangnya.

Barung Mangera menambahkan saat ini pihaknya fokus untuk menelusuri informasi awal yang mengakibatkan informasi hoax kiamat ini beredar sehingga diterima oleh masyarakat.

"Yang menyebarkan pertama (Hoax Kiamat) itu yang di Ponorogo," pungkasnya. (don/Tribunjatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved