Dibanjiri Cabai Kering Asal India, Harga Cabai Rawit Lokal di Pasar Tradisional Jombang Anjlok

Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus anjlok.

Dibanjiri Cabai Kering Asal India, Harga Cabai Rawit Lokal di Pasar Tradisional Jombang Anjlok
SURYA/SUTONO
Pedagang cabai rawit di Pasar Pon Jombang mengeluh harga jual terjun bebas. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus anjlok.

Ini akibat terus membanjirnya cabai kering eks impor dari India ke pasaran dalam negeri.

Pedagang sayur di Pasar Pon setempat, Hary menuturkan, harga cabai rawit saat ini hanya Rp 16.000 per kilogram.

Padahal satu minggu sebelumnya harganya masih Rp 18.000 per kilogram.

Berkunjung ke Jombang Maruf Amin: Jika Tahun Ini Saya Wapres, Periode Depan Kader NU Jadi Presiden

Kebakaran Kios Nonpermanen Kawasan Pasar Legi Jombang, Api Diduga dari Kompor Milik Penjual Arang

"Harga terus turun, satu minggu terakhir sudah turun dua ribu per kilogramnya. Harga ini terus turun dan tidak bisa naik seperti dulu sejak cabai kering impor dari India masuk pasar," keluhnya kepada surya.co.id (grup TribunJatim.com), Selasa (19/3/2019).

Menurut Hary, memang cabai kering impor ini lebih mahal, yakni Rp 42.000 per kilogram.

Tetapi rasanya jauh lebih pedas sehingga lebih hemat penggunaannya.

Puluhan Kios Darurat Pasar legi Jombang Ludes Terbakar, Sumber Api Muncul dari Kios Penjual Arang

RSUD Jombang Siapkan Ruangan Khusus Rawat Caleg Depresi, Dilengkapi AC dan Perawat Cantik

"Satu kilogram cabai kering impor ini bisa setara dengan cabai rawit lokal segar 4 kilogram. Sehingga kalau dikalkulasi lebih murah. Makanya warung dan rumah makan lebih suka pakai cabai impor. Pelanggan banyak beralih ke cabai impor," bebernya.

Dikatakan Hary, jika cabai impor ini terus dibiarkan masuk secara bebas di pasaran, tidak menutup kemungkinan petani akan mengalami gulung tikar, enggan menanam cabai lagi. Pedagang cabai juga bakal merugi.

Hary menyebut rata-rata pemilik usaha warung maupun restauran kini lebih menyukai menggunakan cabai kering impor ketimbang cabai rawit lokal karena lebih hemat.

"Selain rasanya lebih pedas, pemilik warung juga tidak perlu kerja dua kali jika menggunakan cabai kering impor ini," pungkasnya. (Surya/Sutono)

Penulis: Sutono
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved