Komisi II Akan Panggil Dinas dan Pihak Terkait Untuk Klarifikasi Masalah Kopi

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan berencana akan memanggil Dinas Pertanian dan pihak - pihak terkait

Komisi II Akan Panggil Dinas dan Pihak Terkait Untuk Klarifikasi Masalah Kopi
TRIBUNJATIM/IST
Wapres Jusuf Kalla saat mencicipi Kopi Kapiten, kopi asal Pasuruan di acaa World Plantation Conferences and Exhibition (Pameran dan Konferensi Perkebunan Dunia) di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan berencana akan memanggil Dinas Pertanian dan pihak - pihak terkait untuk mengklarifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan kopi.

Rencananya, pemanggilan itu akan dilakukan pekan depan. Ini terkait, kegaduhan terkait merek dagang Kapiten (Kopi khas kabupaten) Pasuruan yang sudah dimiliki pengusaha Pati, Jawa Tengah lebih dulu.

Di satu sisi, Pemkab juga gencar melakukan promosi kapiten itu sendiri.

Ketua Komisi II Andri Wahyudi mengatakan, nantinya maksud pemanggilan itu hanya untuk membahas anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk membranding kopi kapiten itu. Sepengetahuannya, anggaran promosi itu nilainya sampai miliaran.

"Mungkin minggu depan saya panggil, minggu ini masih bayak kegiatan yang berbenturan," katanya kepada Tribunjatim.com.

Politisi dari partai PDI Perjuangan ini mengaku prihatin dengan kondisi ini. Bagi dia, hal ini bisa terjadi karena kurang cermatnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan.

Polemik Kopi Kapiten, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf : Itu Urusan Perusahaan

Jokowi-Maruf Dapat Dukungan dari 2700 Santri Ponpes Bustanul Ulum Pamekasan di Pilpres 2019

Ikuti Sidang Ahmad Dhani di PN Surabaya, Mulan Jameela Rekam Jalannya Sidang di Kursi Pengunjung

"Gebyar dan promosi Kopi Kapiten ini hanya semarak di permukaan dan tidak menyentuh akar persoalan dunia perkopian," katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan ini juga menilai, Pemkab kurang hati - hati. Seharusnya, Pemkab mementingkan perbaikan dan peningkatan kesejahteraan petani kopi dari hulu hingga hilir.

"Daripada branding Kopi Kapiten sampai harus menghabiskan anggaran APBD miliaran rupiah, lebih baik menyelesaikan persoalan permodalan dan pemasaran kopi produksi kelompok tani. Selama ini, Pemkab sibuk promosi," jelasnya kepada Tribunjatim.com.

Ihkwan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan mengaku siap memfasilitasi PT Kapiten Jaya Abadi untuk mendaftarkan produknya ke BPOM agar bisa diproduksi secara massal. Bahkan, ia menawarkan dua solusi.

Solusi pertama, kata dia, jika memang tetap mau menggunakan merek dagang kapiten, maka hak paten yang sudah dimiliki APEKI kemarin ditingkatkan. Jadi, yang awalnya hak patennya untuk jasa, dan reklame promosi, bisa dinaikkan statusnya menjadi produksi.

"Naik kelas. Dari 35 menjadi 30. Nah, kalau sudah keluar, maka perusahaan ini bebas memproduksi dan memasarkan kopi kapiten ini. Tidak akan dituntut sama pengusaha dari Pati itu. Lagian, merek dagang kapiten yang di Pati itu bukan kopi, tapi ketan beras," jelasnya.

Nah, solusi kedua, lanjut Ichwan, jika memang perusahaan ini ingin berdiri sendiri tanpa melibatkan Apeki, maka perusahaan harus urus izin HAKI atau hak paten sendiri. Setelah itu, baru bisa urus di BPOM. Nah, perusahaan ini tidak koordinasi lebih dulu.

Sangat jelas, kata dia, semisal BPOM tidak mau memberikan izin produksi dan dipasarkan, karena hak paten atau HAKI mereka berdasarkan sertifikat brand yang dimiliki Apeki. Ia menyebut, BPOM elas tidak berani, karena sudah ada yang menggunakan lebih dulu.

"Saya kira solusinya itu. Dan sekali lagi, yang dipromosikan pak bupati dan Pemkab itu berbeda dengan yang sedang dikerjakan perusahaan tersebut. Tapi, kami berterima kasih, ada perusahaan yang mau membantu memasarkan kopi milik petani kopi di sini," pungkas dia. (lih/Tribunajtim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved