Sawah Terendam Banjir, Petani di Kecamatan Duduksampeyan Gresik Panen Dini

Petani di Kabupaten Gresik terpaksa panen dini akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Gresik dan mengakibatkan sawah terendam banjir.

Sawah Terendam Banjir, Petani di Kecamatan Duduksampeyan Gresik Panen Dini
SURYA/WILLY ABRAHAM
Petani di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik terpaksa melakukan panen dini karena sawah terendam banjir, Selasa (19/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Petani di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terpaksa panen dini akibat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Gresik dan mengakibatkan sawah terendam banjir.

Untuk meminimalisir kerugian, petani melakukan panen dini karena kualitas gabah akan menurun dan harga diprediksi bakal anjlok.

Nur Ali (43), petani di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, mengaku mengambil risiko panen dini, karena bila dibiarkan, gabah akan membusuk karena terlalu lama terendam air.

Diciduk KPK Bersama Romahurmuziy, Caleg PPP di Gresik Disambut Tarian Pencak Macan, Begini Ceritanya

Namun jika panen dini, kualitas gabah menurun dan membuat harganya terjun bebas di pasaran.

Hal itu sangat merugikan petani karena tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk perawatan hingga panen.

"Ya anjlok harga gabah, biasanya Rp 41 ribu, bisa turun jadi Rp 36 ribu," katanya, Selasa (19/3/2019).

Menurutnya, gabah dengan kualitas demikian bisa membuat juragan berpikir dua kali untuk dijual kembali.

Safari Politik di Gresik, Cawapres Maruf Amin Tepis Kabar Bohong Bakal Diganti Ahok Jika Terpilih

Selain berkualitas buruk, proses panen di dalam air juga menyulitkan petani.

Mereka harus menggunakan alat bantu terpal untuk mengangkut gabah.

"Kerja dua kali, biasanya sehari selesai, ini tidak, biayanya bengkak lagi," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved