Bibit Padi di Persawahan Desa Kepuhanyar Mojokerto Terendam Banjir, Petani Gagal Tanam

Salah satu wilayah pertanian yang terendam banjir berada di Desa Kepuhanyar, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Bibit Padi di Persawahan Desa Kepuhanyar Mojokerto Terendam Banjir, Petani Gagal Tanam
SURYA/DANENDRA KUSUMA
Petani Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Edi Suprapto menunjukkan benih padi yang rusak akibat tergenang banjir. Benih padi itu masih berusia 3 pekan, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Mojokerto berubah bak sungai.

Hal itu terjadi, karena pada Selasa (19/3/2019), wilayah Mojokerto diguyur hujan deras selama berjam-jam.

Salah satu wilayah pertanian yang terendam banjir berada di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Wilayah pertanian di Desa Kepuhanyar terendam banjir sedalam kurang lebih 1,5 meter.

Tanggul Anak Sungai Sadar Mojoanyar Mojokerto Jebol, 4 Tahun Belum Pernah Diperbaiki

Akibat kejadian ini, beberapa petani di Desa Kepuhanyar mengalami gagal tanam.

Sebab, bibit padi yang baru saja ditanam mati terendam banjir.

"Bibit padi baru berusia 3 pekan. Bibit padi sudah terendam banjir selama 2 hari. Akibatnya bibit padi rusak tak bisa tumbuh lagi," kata salah satu petani Desa Kepuhanyar, Edi Suprapto (48), Rabu (20/3/2019).

Karena bibit padi yang ditanam rusak, otomatis Edi mengalami kerugian.

23 Sekolah di Mojokerto Tak Dapat Dana Peremajaan Karena Berdiri di Lahan yang Pemiliknya Tak Jelas

Perekonomian Edi pun terpuruk.

Dia pun harus menghemat biaya pengeluaran karena Edi menggantungkan hidupnya pada hasil panen padi.

Halaman
123
Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved