Gunung Bromo Erupsi, Aktivitas Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Malang Tetap Normal

Aktivitas penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tetap normal pasca erupsi Gunung Bromo.

Gunung Bromo Erupsi, Aktivitas Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Malang Tetap Normal
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Petugas saat mendekati patok larangan berada di area kawah Gunung Bromo, yang menunjukkan intensitas letusannya, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Aktivitas penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tetap normal pasca erupsi Gunung Bromo.

"Penerbangan sampai hari ini tetap normal. Tidak ada gangguan," kata Kepala Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Suharno kepada TribunJatim.com, Rabu (20/3/2019).

Ia menambahkan, sejak Gunung Bromo mengalami erupsi pada Senin (18/3/2019) lalu, Bandara Abdulrachman Saleh Malang terus melakukan checking di atas landasan.

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Bromo Mulai Mengarah ke Lumajang, BPBD Imbau Warga Pakai Masker

Hasil Drawing Babak 8 Besar Piala Presiden 2019, Arema FC akan Berhadapan dengan Bhayangkara FC

Checking ini, kata dia, untuk memastikan tidak ada sebaran abu vulkanik di Bandara Abdulrachman Saleh Malang.

"Kami selalu melakukan cek dan ricek apakah ada sebaran abu vulkanik di landasan. Tapi sampai saat ini tidak ada. Aman," katanya.

Berdasarkan rilis resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) masih fluktuatif dan statusnya masih waspada.

Berdasarkan pengamatan pada Selasa (19/3/2019) pukul 06.00-12.00 WIB, secara visual gunung api terlihat jelas, kemudian berkabut.

Status Gunung Bromo Statis Pada Posisi Waspada II, BPBD Siapkan 4 Personel Pantau Aktivitas Bromo

Rencana Angkutan Massal untuk Atasi Macet di Kota Malang Masih Terkendala Segmen yang Disasar

Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal yang tingginya 900-1.500 meter di atas puncak kawah.

Hujan abu juga sempat mengguyur di kawasan Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Bromo yang berada di Desa Ngadisari, kemudian terdengar suara dentuman dari kawah Gunung Bromo.

Secara kegempaan, jumlah letusan sebanyak lima kali dengan amplitudo 27-34 milimeter dengan durasi 16-46 detik, kemudian tremor terus menerus terekam dengan amplitudo 0,5-31 milimeter, sehingga kesimpulannya status Gunung Bromo masih waspada atau level II.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved