KPK Usut Kementerian Agama, Kepala Kemenag Pamekasan Yakin Tak Ada Jual Beli Jabatan di Kantornya

Kementerian agama RI tengah berurusan dengan KPK saat ini akibat aksi dugaan jual beli jabatan pimpinan tinggi di Jawa Timur

KPK Usut Kementerian Agama, Kepala Kemenag Pamekasan Yakin Tak Ada Jual Beli Jabatan di Kantornya
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Kepala Kemenag Pamekasan, Afandi saat dimintai keterangan di Polres Pamekasan, Kamis (21/3/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Kementerian agama RI tengah berurusan dengan KPK saat ini.

Bagaimana tidak, dua pejabat mereka di Jawa Timur, yakni Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin; dan Kepala Kantor Kemenag Gresik, Muafaq Wirahadi, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan jual beli jabatan tinggi.

Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum PPP, Romahurmuziy juga terseret dalam kasus yang sama.

Akibatnya, Kantor Kementerian AGama di sejumlah kabupaten ikut was-was. namun tidak di Pamekasan.

Kepala Kemenag Pamekasan, Afandi menyatakan, di lingkungan Kemenag Kabupaten Pamekasan dipastikan tidak ada praktek jual beli jabatan.

(Dugaan Jual Beli Jabatan di Kementerian Agama, Mantan Rektor UIN Minta KPK Periksa Kampus)

(Petugas KPK Tidak Komentar Usai Geledah Ruang Kanwil Kemenag Provinsi Jatim)

Menurutnya, selama ia memimpin Kantor Kementrian Agama di Kabupaten Pamekasan, tidak ada agenda promosi sama sekali.

"Saya pastikan di lingkungan kantor Kemenag Pamekasan tidak ada praktek jual beli jabatan," katanya kepada Tribunmadura.com saat ditimui di Polres Pamekasan, Kamis (21/3/2019).

Afandi juga menanggapi pernyataan Mahfud MD di acara ILC.

Pada acara itu Mahfud MD menyebut ada hal yang tidak beres di dalam Kementerian Agama. Menurutnya, aksi jual beli jabatan tidak hanya terjadi di departemen agama, namun juga terjadi di berbagai dinas.

"Bagi saya di Kabupaten Pamekasan ya, dipastikan tidak ada praktek jual beli jabatan. Mudah-mudahan saya sebagai Kepala Kemenag Pamekasan dalam memangku jabatan ini ya mohon doanya untuk selalu dikuatkan oleh Allah untuk tidak masuk ke ranah seperti itu," tegas Afandi.

Adapun langkah yang dilakukan Afandi untuk memastikan tiap ada lowongan kerja, pasukannya selalu memantau sesuai prosedur.

"Memang saya berkomitmen untuk memastikan jual beli jabatan supaya tidak terjadi di kantor saya. Dengan cara ketika ada lowongan harus dilakukan sesuai prosedur, itu yang terpenting," tegas Afandi.

Reporter: TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

(Dugaan Jual Beli Jabatan di Kementerian Agama, Mantan Rektor UIN Minta KPK Periksa Kampus)

(Kasus Korupsi Bupati Mojokerto, JPU KPK Tuntut Eks Wabup Malang 3,5 Tahun Pidana & Cabut Hak Politik)

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved