ITS Surabaya Akui Mobil Hemat Energi Vietnam Jadi Kompetitor Berat di Shell Eco Marathon Asia 2019

Tim dari Vietnam menjadi kompetitor terberat ITS Surabaya untuk ajang internasional Shell Eco Marathon Asia 2019.

ITS Surabaya Akui Mobil Hemat Energi Vietnam Jadi Kompetitor Berat di Shell Eco Marathon Asia 2019
SURYA.CO.ID/HABIBUR ROHMAN
Jelang pertarungan ajang internasional bergengsi pada Shell Eco-Marathon (SHEM) Asia 2019, ITS menyiapkan Tim Sapuangin, Tim Nogogeni dan Tim Antasena di Rektorat ITS, Jumat (22/3/2019). Tim ITS akan mencermati regulasi panitia agar bisa tampil semua, terutama dengan kembali diturunkannya Tim Antasena yang sempat fakum beberapa pertandingan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Tim dari Vietnam menjadi kompetitor terberat yang dirasakan oleh tim ITS Surabaya untuk ajang internasional Shell Eco Marathon Asia 2019.

Berbagai persiapan dilakukan tiga tim mobil hemat energi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengikuti ajang tersebut.

Terlebih bila sebelumnya ITS Surabaya hanya bisa mendaoat jatah mengirim dua tim, di tahun 2019 ini kesempatan diikuti tiga tim.

"Ini berkat keberhasilan Tim Sapuangin yang menjuarai kompetisi internasioanal Drivers’ World Championship Competition 2018 di London, sehingga tahun ini ITS mendapatkan kesempatan menurunkan tiga tim untuk pertama kalinya," kata Rektor ITS Terpilih Periode 2019-2024 Prof Dr Ir Mochamad Ashari, Jumat (22/3/2019).

Kirimkan 3 Tim Mobil Hemat Energi, ITS Akan Cermati Regulasi Ajang Internasional SEM di Malaysia

Tiga Mobil Hemat Energi Andalan ITS Surabaya Akan Ikuti Perlombaan Shell Eco Marathon di Malaysia

Sementara itu masing-masing tim menuturkan persiapan mengikuti ajang bergengsi internasional tersebut.

General Manager (GM) Tim Nogogeni Ahmad Ibad Maulana mengatakan mereka selalu mengikuti perubahan regulasi dari segi teknis maupun nonteknis meminimalisir hal yang dirasa dapat menghambat proses kompetisi.

"Kompetitor terberat kami dari Vietnam. Mereka memegang rekor," kata Mahasiswa Teknik Mesin Industri ITS.

Sementata Manager Nonteknis Tim Sapuangin Vito Hanif Addinuri mengatakan fokus persiapan timnya telah dilakukan beberapa bulan.

Target kemenangan level Asia pun diharapkannya di ajang SEM Asia 2019 ini.

"Persiapan kami empat bulan. Menariknya sirkuit kompetisi ini Sepang International Sirkuit arena balap motor GP. Target kami merajai Asia, sebelumnya Nasional," kata Vito Hanif Addinuri.

Ajang SEM Asia 2019 juga menjadi antusias tim Antasena setelah beberapa tahun vakum, kini Antasena berlaga di kelas Prototype Hydrogen yang pernah diikuti 2012 silam.

"Ada beberapa tantangan karena penggunakan hydrogen ini baru juga fuel cell yang dibawa cukup mahal harus berhati-hati. Inovasi kami memggunakan 3D printing buatan kami sendiri sehingga berat mobil turun drastis mencapai 80 kilogram," kata mahasiswa Teknik Material ITS ini.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved