Kirimkan 3 Tim Mobil Hemat Energi, ITS Akan Cermati Regulasi Ajang Internasional SEM di Malaysia

Kali pertama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengirim tiga mobil hemat energi andalannya di ajang SEM Asia 2019.

Kirimkan 3 Tim Mobil Hemat Energi, ITS Akan Cermati Regulasi Ajang Internasional SEM di Malaysia
SURYA.CO.ID/HABIBUR ROHMAN
Jelang pertarungan ajang internasional bergengsi pada Shell Eco-Marathon (SHEM) Asia 2019, ITS menyiapkan Tim Sapuangin, Tim Nogogeni dan Tim Antasena di Rektorat ITS, Jumat (22/3/2019). Tim ITS akan mencermati regulasi panitia agar bisa tampil semua, terutama dengan kembali diturunkannya Tim Antasena yang sempat fakum beberapa pertandingan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kali pertama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengirim tiga mobil hemat energi andalannya di ajang SEM Asia 2019.

ITS Surabaya mendapat kesempatan menurunkan tiga tim menandai 10 tahun diselenggarakannya kompetisi yang menantang para mahasiswa dari berbagai universitas se-Asia.

"Dari 10 tahun pelaksanaan itu, ITS melalui tim Sapuangin mampu menjadi yang terbaik selama delapan tahun berturut-turut," kata Rektor ITS Terpilih Periode 2019-2024 Prof Dr Ir Mochamad Ashari, Jumat (22/3/2019).

Tiga tim ditantang berinovasi dan merakit mobil hemat energi yang akan berkompetisi di lintasan balap.

Tiga Mobil Hemat Energi Andalan ITS Surabaya Akan Ikuti Perlombaan Shell Eco Marathon di Malaysia

Di ajang SEM Asia 2019, ITS akan mengirimkan tiga timnya di kelas berbeda-beda yaitu Tim ITS Sapuangin dengan mobilnya Sapuangin XI Evo 2 akan turun berlaga pada kelas Urban Concept dengan bahan bakar gasolin.

Kemudian Nogogeni ITS Team dengan mobilnya Nogogeni V EVO akan berkompetisi pada kelas Urban Electric.

Sedangkan tim terakhir yaitu Antasena ITS Team dengan mobilnya yang dijuluki Antasena FCH 1.0, nantinya akan turun berlaga pada kelas Urban Concep berbahan bakar hidrogen.

"Ini berfokus pada pengembangan kelas urban, kategori iitu cocok dan lebih dekat dalam pengembangan mobil berkonsep city car," kata Ashari.

"Dalam tahun terakhir kompetisinya makin ketat, ada beberapa regulasi yang berubah termasuk menggunakan bahan bakar yang dicampur jadi satu maka kita ikut kelas hydrogen," katanya.

Sementara itu, perwakilan dosen pembimbing dari tiga tim Dr Ir Atok Setyawan MEngSc mengatakan, di kelas urban ini mobil-mobil dari Indonesia memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan negara lainnya pada ajang SEM Asia.

"Dibutuhkan usaha dan kerja keras yang lebih dari semua elemen di dalam ketiga tim ini. Ini pembuktikam dalam hal inovasi dan pengembangan mobil," kata Dr Ir Atok Setyawan MEngSc.

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved