Polisi Gadungan di Tuban Sebar Foto Tanpa Busana, Rupanya Kerap Hapus Foto Korban Karena Takut Istri

Polisi Gadungan di Tuban Sebar Foto Tanpa Busana, Rupanya Kerap Hapus Foto Korban Karena Takut Istri.

Polisi Gadungan di Tuban Sebar Foto Tanpa Busana, Rupanya Kerap Hapus Foto Korban Karena Takut Istri
SURYA.CO.ID/M SUDARSONO
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Mustijat Priyambodo menunjukkan seragam polisi, saat memeriksa pelaku kasus penyebaran foto bugil yang mengaku sebagai anggota polri, Jumat (22/3/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Fakta unik terhadap polisi gadungan (Polgad) yang ditangkap Satreskrim Polres Tuban terkuak saat penyidikan berlangsung, Jumat (22/3/2019).

Sebelum menyebar foto bugil pacar, ternyata Polgad Kusairi (37), warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, juga kerap menghapus foto kiriman dari IM (20), warga Kecamatan Bangilan.

Hai itu dilakukan karena pelaku takut foto bugil dari pacar yang dikelabuinya, dengan mengaku sebagai anggota polisi tersebut diketahui istrinya.

Mengaku Anggota Polisi Hingga Sebar Foto Tanpa Busana Pacarnya, Pria Ini Diringkus Polres Tuban

Karena Alasan Sakit Hati, Polisi Gadungan di Tuban Nekat Sebar Foto Tanpa Busana Milik Kekasihnya

"Sudah pernah dikirim foto juga, iya bugil. Namun karena takut istri akhirnya dihapus. Kita tangkap Kamis kemarin (21/3)," Kata Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Mustijat Priyambodo saat menyidik.

Namun asmara keduanya itu harus pupus, lantaran gadis yang mengaku kepada Kusairi masih lajang itu ternyata sudah memiliki pacar.

Konser Sosialisasi Pemilih Gandeng Artis Dangdut di Alun-alun Batal, Ini Penjelasan KPU Tuban

Merasa dibohongi, pelakupun menyebar foto screenshot bugil IM dengan pacar sesungguhnya. Foto syur itu dikirim kepada kedua teman IM.

"Pelaku mendapat foto screenshot bugil itu saat bertemu, lalu mengirimnya sendiri. Karena koleksi kiriman pribadi sudah dihapus, kan takut ketahuan istri," Beber Mantan Kasat Reskrim Tulungagung itu.

Perwira berpangkat tiga balok di pundak itu mengungkap awal mula kisah keduanya, perkenalan pelaku dan korban ini berawal dari media sosial Facebook, sekitar pertengahan Februari lalu. 

Selanjutnya, komunikasi dilanjutkan dengan WhatsApp hingga keduanya bisa video call secara intens. Keduanya juga sering berkirim foto. 

"Selama ini pacarannya via medsos, hanya pernah ketemu sekali yaitu Sabtu (16/3) di salah satu tempat di Kecamatan Bangilan," Pungkas Mustijat. 

Pelaku Kusairi saat diperiksa memang tak menampik jika dia mengaku sebagai polisi kepada IM. 

Dia meyakinkan pacarnya itu dengan mengirim gambar seragam polisi tanpa dipakainya. 

"Saya mengaku sebagai polisi, saya menyebar foto karena kecewa, karena ngakunya single ternyata punya pacar," ucap singkat pria dua anak itu sambil tertunduk malu. 

Akibat perbuatan yang dilakukan, pelaku dijerat pasal 27 ayat 1 dan 2 UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Penulis: M Sudarsono
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved