Pemasok Sampoerna Kayoe Urunan Bantu Korban Bencana Alam

Pemasok Sampoerna Kayoe Urunan Bantu Korban Bencana Alam, Mulai di Papua Hingga Pasuruan.

Pemasok Sampoerna Kayoe Urunan Bantu Korban Bencana Alam
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Para pemasok kayu dan Direksi Sampoerna Kayoe berfoto bersama setelah mengadakan pengumpulan dana spontan untuk membantu para korban bencana alam, Di Hotel Cempaka Hill, Jember, Jawa Timur, Sabtu (23/03/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Bencana alam bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja.

Pelajaran yang dapat diambil dari bencana alam adalah masyarakat harus peduli terhadap lingkungan hidup serta meningkatkan kepedulian akan sesama tanpa memandang latar belakang apapun.

Oleh karena itu, penting bagi siapa saja untuk memberikan perhatian secara khusus terhadap para korban bencana alam karena di situlah solidaritas sebagai satu bangsa diuji.

Hujan Deras, Belasan Rumah di Jember Kebanjiran, Air Sempat Setinggi 80 Sentimeter

Gelar Kirab Pusaka Reog Asli Ponorogo di Jember, Dapat Apresiasi Luar Biasa

Demikian diungkapkan Global Strategic Planning Director Sampoerna Kayoe Edward Tombokan di hadapan 400 peserta gathering pemasok kayu yang diadakan di Hotel Cempaka Hill, Jember, Jatim, sabtu (23/03/2019).

Hadir dalam acara gathering pemasok kayu tersebut adalah, Operation Director Harry Handodjo, Chief Financial Officer Johanes Ibrahim, Head of Corporate Log Porcurement Tio I Huat.

16 Ribu Personel Gabungan Disiagakan untuk Pengamanan Pemilu 2019 di Jember

Penjelasan Edward Tombokan itu disambut antusias oleh para pemasok kayu yang secara spontan mengumpulkan donasi untuk para korban bencana.

Melalui Edward Tombokan ditegaskan, donasi tidak perlu dilihat besar kecilnya dana.

Tetapi yang paling penting adalah niat baik dari para pemasok kayu yang secara bersama-sama ingin meringankan beban para korban. Sampoerna Kayoe menegaskan jumlah yang didapat dari pemasok kayu akan diduakalikan oleh perusahaan.

Edward Tombokan menjelaskan bahwa, alam Indonesia yang subur harus dipelihara karena dari situlah kehidupan berasal.

Namun demikian, karena alam memiliki ekosistemnya sendiri, alam tidak boleh dirusak atau diabaikan keberlangsungannya karena akan berdampak negatif pada kehidupan manusia.

Halaman
12
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved