Satu Korban Jatuhnya Gapura Pasuruan Jaman Biyen Dirujuk ke Malang

Satu orang korban jatuhnya gapura acara Pasuruan Jaman Biyen (PJB) yang digagas Pemerintah Kota Pasuruan, Jumat (22/3/2018) sore akhirnya dirujuk ke M

Satu Korban Jatuhnya Gapura Pasuruan Jaman Biyen Dirujuk ke Malang
(Surya/Galih Lintartika)
Mobil ambulance membawa korban jatuhnya gapura selamat datang di acara PJB, M Fakhri, dirujuk ke Malang atas permintaan orang tuanya. 

TRIBUNJATIM.COM,PASURUAN - Satu orang korban jatuhnya gapura acara Pasuruan Jaman Biyen (PJB) yang digagas Pemerintah Kota Pasuruan, Jumat (22/3/2018) sore akhirnya dirujuk ke Malang.

Dia adalah M Fakhri, satu korban yang mengalami patah tulang.

Diberitakan sebelumnya, M Fakhri, merupakan satu dari lima korban jatuhnya gapura yang identitasnya belum diketahui.

M Fakhri, merupakan satu korban jatuhnya gapura acara PJB yang mengalami luka paling parah. Empat korban lainnya hanya mengalami lecet di tangan dan kaki.

Sedangkan, M Fakhri, korban yang juga masih duduk di bangku sekolah, mengalami patah kaki kanan. Ia dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di kota Malang.

"Ini atas permintaan orang tua korban. Mereka meminta anaknya dirujuk ke RS Dr.Soepraon di Sukun Kota Malang, agar bisa mendapatkan perawatan dan penanganan medis yang maksimal " Kata dr Lisa, Humas RSUD Dr R Soedarsono Kota Pasuruan kepada Tribunjatim.com.

Sementara itu, Wawali (Wakil Walikota) Pasuruan Raharto Teno Prasetyo mengunjungi korban yang tertimpa gapura PJB 2019 di RSUD R Soedarsono kota Pasuruan pada jumat malam, (22/3/19).

Diterjang Angin Kencang Gapura Acara Pasuruan Jaman Biyen Ambruk, 5 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Kiai Muda Bersatu di Pacitan Deklarasi Dukung Pemenangan Jokowi-Maruf Amin

Ajak Masyarakat Untuk Lindungi Hak Anak, Bude Karwo Terima Penghargaan dari UNICEF

Didampingi kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Pasuruan Hardi Utoyo, Wawali mengunjungi dua korban yakni Fakhri Zaidan dan M. Fikhri di UGD (Unit Gawat Darurat). Ia memberikan semangat kepada para korban.

Sekali lagi, sama dengan yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Teno, sapaan akrab Wawali menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas musibah ini.

"Ini bukan sebuah kesengajaan. Ini faktor alam, ada hal yang tidak bisa kami tentukan dan prediksi datangnya. Kami siap menanggung semuanya. Kami akan membayar semua biaya perawatan dan obat sampai koeban ini benar - benar sembuh," urainya. (lih/Tribunjatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved