Protes Harga Gabah Anjlok, Tak Ada Anggota Dewan yang Menemui, Petani Duduki Ruang DPRD Jember

Protes Harga Gabah Anjlok, Tak Ada Anggota Dewan yang Menemui, Petani Duduki Ruang DPRD Jember.

Protes Harga Gabah Anjlok, Tak Ada Anggota Dewan yang Menemui, Petani Duduki Ruang DPRD Jember
SURYA/SRI WAHYUNIK
usai demo, petani kuasai komisi b dprd jember terkait protes harga gabah. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Petani "menguasai" ruangan Komisi B DPRD Jember, Kamis (28/3/2019).

Pendudukan ruangan itu dilakukan secara spontan usai mereka berdemonstrasi di halaman gedung dewan.

Sekitar 20 orang dari Forum Komunikasi Petani Jember (FKPJ) berdemonstrasi di gedung dewan.

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke-104 di Jember Ditutup, Jalan dan Rumah Dapat Perbaikan

Harga Gabah Anjlok, Petani Bakar Padi di Gedung DPRD Jember

Mereka menyuarakan protes atas anjloknya harga gabah di tingkat petani.

Saat di gedung dewan, tidak satu pun anggota dewan menemui mereka.

Gandeng 121 Perguruan Tinggi, Pemkab Jember Kembali Seleksi Calon Penerima Beasiswa Kuliah

Mereka mengaku sudah melayangkan surat untuk bertemu Komisi B DPRD Jember. Namun sampai aksi dilakukan dan berakhir pukul 10.00 Wib, tak ada anggota Komisi B menemui mereka.

Akhirnya mereka mendatangi ruangan Komisi B. Memang tidak ada satu pun anggota dewan di ruangan Komisi B.

Walhasil petani menduduki kursi dewan.

"Mari kita kuasai kursi dewan ini. Ternyata kursi dewan empuk, pantesan banyak yang memperebutkan," kata Jumantoro, Ketua FKPJ.

Sampai pukul 10.15 Wib, anggota Komisi B belum juga ada yang datang. Akhirnya para petani memilih bersidang sendiri ala anggota dewan.

"Saya yang jadi ketua dewan. Mari kita mulai sidangnya. Silahkan keluhan saudara disampaikan," kata Jumantoro bergaya pimpinan sidang.

Seorang petani, Adnan dari Bagorejo Kecamatan Gumukmas langsung menyambar pelantang suara.

"Saya petani pak, dari Gumukmas. Kalau beras mahal, pemerintah impor beras. Tapi kalau gabah murah seperti sekarang kenapa malah diam, tidak dibeli," teriaknya.

Jumantoro pun manggut-manggut. "Oke, nanti semuanya dicatat," katanya.

Setelah hampir 30 menit para petani bersidang ala anggota dewan, mereka pun membubarkan diri tanpa bertemu dengan anggota dewan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved