Begini Jawaban Pemkab Tuban atas OTT di Lingkungan Dinkes Oleh Polda Jatim

Pemerintah Kabupaten Tuban memberikan jawaban terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan.

Begini Jawaban Pemkab Tuban atas OTT di Lingkungan Dinkes Oleh Polda Jatim
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan bersama Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera membeberkan barang bukti kasus korupsi pemotongan dana Jaspel yang dilakukan Kepala Puskesmas Widang Tuban. 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pemerintah Kabupaten Tuban memberikan jawaban terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menyeret pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan.

Seperti diberitakan, Polda Jatim telah melakukan OTT pemotongan jasa pelayanan (Japel) terhadap Kepala Puskesmas Widang, Shinta Puspita Sari (45), Senin (25/3/2019), pagi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana mengatakan, sudah menerima kabar terkait dugaan pemotongan japel dana pelayanan JKN bagi pegawai puskesmas.

Menurutnya itu mungkin bukan pemotongan, tapi lebih pada iuran yang menjadi kesepakatan setiap unit puskesmas.

Sebab, Pemkab sejak 2018 sudah membayar gaji pegawai secara non tunai, artinya sudah transfer melalui rekening. Hal itu untuk mengindari pungli dan lain-lain.

"Itu mungkin untuk kegiatan internal puskesmas yang sudah menjadi kesepakatan, seperti iuran rutin bisa Rp 50 ribu-Rp 100 ribu, entah digunakan untuk apa," ujarnya kepada wartawan, Jumat (29/3/2019).

Ketua DPRD Tuban, OTT di Lingkup Dinkes Memalukan

Penyebar Gambar Hoax Bupati Sampang Ditangkap, Pelakunya Seorang Guru Sukwan di Kemenag Sampang

Hotman Paris Simpan Pisang di Mobilnya yang Digerebek Melaney Ricardo: Bantuan Hukum

Lebih lanjut mantan Kepala Bappeda itu menjelaskan, atas kasus ini mungkin pihak-pihak tertentu bisa menyebut sesuai persepsi.

Apakah menyebut dengan kata pemotongan atau iuran, itu tergantung persepsi seseorang.

"Ya silahkan itu dimaknai pemotongan atau iuran, sesuai persepsi masing-masing. Yang jelas pembayaran gaji pegawai sudah melalui tranfer bank, itu untuk menghindari pungli dan lain-lain," katanya kepada Tribunjatim.com.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyatakan, Ka Puskesmas diduga korupsi uang Rp171 juta hasil pemotongan honor jasa pelayanan.

Halaman
12
Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved