Ganggu Lingkungan, Gubernur Jatim Khofifah Bakal Relokasi IPAL LIK Magetan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa bersama jajaran Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air

Ganggu Lingkungan, Gubernur Jatim Khofifah Bakal Relokasi IPAL LIK Magetan
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa bersama jajaran Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Lingkungan Industri Kulit (LIK) yang dikelola UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, di Magetan, (28/3/2019) malam. Fatimatuz zahroh 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa bersama jajaran Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Lingkungan Industri Kulit (LIK) yang dikelola UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, di Magetan, (28/3/2019) malam.

Pasalnya, IPAL LIK ini banyak dikeluhkan warga lantaran mencemari sungai Glandong di Magetan.

Dalam meninjau IPAL LIK, Khofifah melihat langsung proses pengolahan limbah industri kulit yang dikirim 154 IKM kulit di Magetan.

Kondisi IPAL di sana menimbulkan bau yang sangat menyengat. Selain itu limbah yang diolah di sana juga sudah dinilai overkapasitas.

"IPAL ini akan kita relokasi. Tadi siang saat rakor di Bakorwil, Bupati Magetan sudah sampaikan nanti bupati akan cari lahan baru untuk relokasinya," tegas Khofifah Indar Parwansa.

"Dan pemprov kemudian akan menyiapkan LIK nya, IPAL nya, supaya pengolahan limbah bisa memenuhi kecukupan pengolahan limbah kulit yang ada di Magetan," urai Khofifah.

Dikatakan gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini, relokasi itu juga akan memperbesar kapasitas IPAL milik Pemprov.

VIDEO Viral Reaksi Iriana Jokowi Setelah Jatuh Terjengkang di Atas Panggung, Paspampres Sampai Lari

Alasan Luna Maya-Reino Tak Ditegur Saat Tinggal Serumah, Warga Bahas Aktivitas Tiap Pagi & Perilaku

Piala Presiden 2019, Persebaya vs Tira Persikabo: Siap-siap! Bakal Ada Hujan Boneka di Stadion GBT

Menurutnya IPAL yang baru nanti akan diperbesar kapasitasnya hingga lima kali lipat daru yang sekaran. Sebab saat ini kebutuhan IPAL IKM kulit du Magetan begitu besar.

Terlebih kulit masuk dalam lima komoditas terbesar dari ekspor Jawa Timur. Sehingga Pemprov ingin dari LIK di Magetan ini ada pengolahan limbah yang lebih mummpuni dan memenuhi kapasitas.

"Secara kualifikasi pengolahan limbah di UPT ini sudah memenuhi. Sekarang hanya masalah kapasitas dan kita harus perhatikan berapa volume limbah yang seharinya dikirim ke IPAL LIK ini," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved