Ketua DPRD Tuban, OTT di Lingkup Dinkes Memalukan

Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi, berkomentar atas operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polda Jatim terhadap Kepala Puskesmas Widang, Shint

Ketua DPRD Tuban, OTT di Lingkup Dinkes Memalukan
SURYA/MOHAMMAD ROMADONI
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan bersama Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera membeberkan barang bukti kasus korupsi pemotongan dana Jaspel yang dilakukan Kepala Puskesmas Widang Tuban. 

TRIBUNJATIM. COM, TUBAN - Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi, berkomentar atas operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polda Jatim terhadap Kepala Puskesmas Widang, Shinta Puspita Sari (45).

Menurut politisi PKB tersebut, OTT pungutan liar pemotongan jasa pelayanan (Jaspel) terhadap pegawai Puskesmas Widang sangatlah memalukan Kabupaten Tuban.

"OTT sangat memalukan bagi Bumi Wali (sebutan Tuban, red)," Kata Miyadi seusai menghadiri launching Si Lawe yang merupakan maskot atau ikon Tuban di ajang Porprov, Jumat (29/3/2019).

Lebih dari hal itu, dia juga berspekulasi jika adanya OTT tentu tak terlepas dari peran orang dalam.

Artinya ada yang melaporkan atas dugaan kasus korupsi ini.

"Ya tentu ada yang melaporkan. Ini memalukan karena Kabupaten Tuban sepakat untuk wilayah bebas korupsi," Pungkasnya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyatakan, Ka Puskesmas diduga korupsi uang Rp171 juta hasil pemotongan honor jasa pelayanan.

Kepala Puskesmas Widang Tuban Kena OTT Polda Jatim Karena Korupsi Jaspel Tak Ditahan, Ini Alasannya

Hayono Isman Bakal Nonton Langsung Persebaya VS Tira Persikabo di GBT, Prediksi Skor 3-1

OTT Anggota DPR RI, KPK Temukan 400 Ribu Amplop Diduga untuk Serangan Fajar Jelang Pemilu 2019

Menurut perwira menengah itu, tersangka memotong dana Jaspel dari 30 karyawan dan staf yang bekerja di Puskesmas Widang. Seluruh karyawan dikenakan potongan dari dana Jaspel yang dibayarkan ke bendahara puskesmas.

"Tersangka melakukan korupsi pemotongan dana Jaspel selama empat bulan, pemotongan dana Jaspel bervariatif mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta," bebernya saat release di Mapolda, Kamis (28/3/2019).

Ditambahkannya, uang hasil pemotongan dana Jaspel yang dikumpulkan melalui bendahara Puskesmas lalu disetorkan ke rekening penampungan yang dibuka oleh Staf TU sesuai perintah tersangka.

"Tersangka menerima keuntungan 40 persen dari hasil pemotongan Jaspel tersebut, sedangkan 60 persen dibagi pihak tertentu," Pungkasnya.

Sekadar diketahui, OTT pungutan liar pemotongan jasa pelayanan (Jaspel) terhadap pegawai Puskesmas Widang dilakukan, Senin (25/3/2019).

Dalam waktu bersamaan, Ka Puskesmas Widang langsung dibawa ke Mapolda dari kantornya untuk diperiksa atas kasus tersebut.(nok/Tribunjatim.com)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved