Satpol PP Tuban Juarai Lomba Defile HUT Satpol PP se-Jawa Timur

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban menjuarai lomba defile dalam acara peringatan HUT Satpol PP ke-69, Damkar ke-100, dan Satlinmas

Satpol PP Tuban Juarai Lomba Defile HUT Satpol PP  se-Jawa Timur
(Surya/Rahadian bagus)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama pemenang lomba defile HUT Satpol PP ke-69 di Alun-alun Rekso Gati, Kabupaten Madiun. 

 TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban menjuarai lomba defile dalam acara peringatan HUT Satpol PP ke-69, Damkar ke-100, dan Satlinmas ke-57 tahun 2019.

Lomba dan peringatan ulang tahun digelar di Alun-alun Rekso Gati, Kabupaten Madiun, Kamis (28/3/2019) pagi.

Satpol PP Tuban mendapat nilai 815, kemudian juara dua Satpol PP Sidoarjo dengan nilai 805, dan juara ketiga Satpol PP Kabupaten Pasuruan dengan nilai 800. Sedangkan juara favorit diraih oleh Satpol PP Banyuwangi dengan perolehan nilai 795.

Lomba defile diikuti 37 kota dan kabupaten di Jawa Timur, satu kota yakni Kota Surabaya tidak mengirimkan perwakilan. Penilaian dilakukan selama dua hari, yakni pada saat gladi bersih dan pada saat perlombaan berlangsung.

Para pemenang, masing-masing mendapatkan hadiah berupa piala, piagam penghargaan dan juga satu unit televisi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Kepada wartawan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Satpol PP, saat ini memiliki peran dan tugas yang sangat strategis. Oleh sebab itu, Satpol PP terutama tidak boleh gagap teknologi (gaptek).

Satpol PP sebagai bagian dari perekat bangsa, memiliki tantangan yang besar, yakni tantangan di bidang digital IT.
Satpol PP selain sebagai penegak peraturan daerah, harus mampu mendeteksi merebaknya hoax, fitnah dan ujaran kebencian.

"Kita tentu tidak ingin bahwa ada potensi disintegrasi yang tidak terdeteksi. Maka deteksi itu selain oleh elemen strategis yang lain, juga adalah oleh Satpol PP," kata Khofifah kepada wartawan usai menghadiri acara HUT Satpol PP, Damkar dan Satlinmas di Alun-Alun Rekso Gati, Carbuban, Kabupaten Madiun, Kamis (28/3/2019) siang.

Gubernur Khofifah Tegur Kota Surabaya di HUT Satpol PP Se-Jatim di Madiun

Ibu Nagita Slavina Rogoh Kocek Rp 31 Juta untuk Jaket Penuh Coretan, Lihat Bentuknya, Mau Punya?

Ini Syarat Guru Swasta di Surabaya yang Bakal Terima Tunjangan Rp 1 Juta Tiap Bulan

Ia menuturkan, saat ini negara-negara di dunia, termasuk Indonesia berada dalam era post-truth, di mana opini lebih kuat dan menenggelamkan bukti atau fakta. Maka dari itu, penting bagi Satpol PP untuk juga menguasai teknologi informasi atau IT.

"Hari ini dunia, bukan hanya Indonesia, hari ini dunia memang eranya, era post- truth, eranya adalah era pasca kebenaran. Era post-truth atau pasca kebenaran itu artinya kita masuk pada yang namanya firehouse of falsehood (skenario propaganda yang menggunakan "( kepalsuan atau dusta), jadi ada pipa pipa yang menyemburkan kebohongan oleh karena itu kalau ada Satpol PP kurang fasih IT-nya maka tugas Kepala Satpol PP untuk memberikan training kepada mereka," kata Khofifah. (rbp/Tribunjatim.com)

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved