Paman dan Keponakan Diamankan BNNK Gresik, Dapat Sabu-sabu Dari Lapas Madiun

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Gresik menangkap pengedar sabu-sabu di Kecamatan Menganti. Kedua pelaku merupakan masih memiliki h

Paman dan Keponakan Diamankan BNNK Gresik, Dapat Sabu-sabu Dari Lapas Madiun
Willy Abraham/Tribunjatim
Kedua tersangka saat menunjukan barang bukti di kantor BNNK Gresik. 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kabupaten Gresik menangkap pengedar sabu-sabu di Kecamatan Menganti. Kedua pelaku merupakan masih memiliki hubungan keluarga.

Keduanya adalah Sandy Dharmawan (19) keponakan dari Sulton Alif Fernando (20) warga Dusun Sidolemu, Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Sulton yang merupakan seorang paman itu baru masuk ke bisnis barang haram sejak dua tahun yang lalu dan baru menjadi pengedar pada bulan September 2018.

Sedangkan adik sepupunya Sulton, meski berstatus keponakan ternyata juga sudah lama terjun dalam jaringan pengedar sabu, sejak usia 17 tahun.

Keduanya terbukti menjadi pengedar, Sandy ditangkap terlebih dahulu kedapatan memiliki 10 paket plastik berisi sabu dengan total 3,32 gram di Jalan Raya Dusun Sidolemu, Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti.

Usai diamankan, petugas langsung bergerak menangkap Sulton. "Kemudian kita geledah rumahnya, kita menemukan klip plasti berisi sabu dengan berat 10,27 gram," ujar Kepala BNNK Gresik, AKBP Supriyanto, Senin (1/4/2019).

Curanmor Terjadi di Gedangan, Motor Raib di Teras Rumah

BNNP Jatim : Peredaran Narkoba di Jawa Timur Meningkat Dibanding Tahun 2018

Sabu tersebut biasa diedarkan di wilayah desanya. Tidak berhenti sampai disitu, BNNK kembali mengembangkan hasil ungkap kasus narkoba itu dengan menjadikan dua pelaku itu sebagai umpan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka dan pengecekan melalui Handphone (Hp) telah ditemukan informasi baru. Yaitu, kedua tersangka mendapat pesan untuk mengambil barang di wilayah Surabaya.

“Kemudian dilakukan pengecekan bersama petugas dan ternyata benar ada sabu seberat 100,04 gram, yang ditaruh di bawah tiang listrik di depan tempat karaoke di Surabaya,” paparnya kepada Tribunjatim.com.

Menurutnya, kedua tersangka yang hanya lulusan SMP itu tidak mengetahui secara pasti identitas pengirim atau kurir sabu tersebut. Yang diketahui hanyalah jaringan dari lapas Madiun atas nama Rudi.

“Berdasarkan keterangan tersangka bahwa orang yang disebut Rudi ini masih menjalani tahanan di Lapas Madiun,” imbuhnya.

Untuk memastikan keberadaan Rudi bahwa memang benar-benar di dalam lapas, BNNK juga mengaku telah mempunyai video rekaman. Yaitu sebuah perbincangan antara tersangka dengan Rudi melalui video call. “Saat ini masih dalam proses pengembangan,” tandasnya.

Dari tangan pelaku sejumlah barang bukti lainnya seperti bong, buku tabungan dan timbangan elektrik turut diamankan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka berdua dijerat pasal dengan pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2).

"Barang bukti sabu lebih dari 2 gram," tutupnya.

Dari hasil tes urine keduanya juga positif mengkonsumsi sabu. (wil/Tribunjatim.com)

Penulis: Willy Abraham
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved