Investasi Jeblok, Bupati Pasuruan Laporkan Angka Pengangguran Terbuka Meningkat Tajam

Pergerakan investasi dan penanaman modal di Kabupaten Pasuruan mengalami tren yang negatif sejak tiga tahun terakhir.

Investasi Jeblok, Bupati Pasuruan Laporkan Angka Pengangguran Terbuka Meningkat Tajam
SURYA/GALIH LINTARTIKA
BELUM SEJAHTERA : Samian, buruh rawat kambing saat menjaga kambing - kambing bosnya di area Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) Pasuruan. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pergerakan investasi dan penanaman modal di Kabupaten Pasuruan mengalami tren yang negatif sejak tiga tahun terakhir.

Sejak 2016, peluang investasi di kawasan yang diklaim sebagai Segitiga Emas Jatim ini cenderung jeblok sekitar Rp 10 triliun.

Pasuruan sempat mengalami masa keemasan investasi dan penanaman modal di 2016. Saat itu, investasi mencapai Rp 16 triliun.

Investasi ini merosot pada tahun 2018 yang menjadi Rp 9,5 triliun. Sementara pada tahun 2019, potensi PAD hanya ditarget sebesar Rp 6,5 triliun.

(Komunitas Kediri Nyongket Bareng, Wadah Kreativitas Sekaligus Ladang Bisnis Para Ibu Rumah Tangga)

(Nia Ramadhani Emosi Anaknya Main Air di Ember Cucian Rumahnya, Kaget Lihat Produk Bisnisnya Dirusak)

Anjloknya investasi ini, ternyata juga berdampak pada pengangguran teebuka di Pasuruan.

Dikutip dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pasuruan akhir tahun 2018, tingkat pengangguran terbuka melonjak hingga 275 persen.

Angka pengangguran di Kabupaten Pasuruan tahun 2018 menunjukkan kondisi yang memprihatinkan yaitu Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,11 persen.

Mirisnya lagi, angka ini justru angka fantastis, yang melampaui TPT Jawa Timur sebesar 3,99 persen.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menyebut, bertambahnya jumlah pengangguran tersebut berkorelasi dengan jumlah kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri formal.

Dikatakan Gus Irsyad, sapaan akrab Bupati Pasuruan, ini menjadi isu stretegis yang menjadi perhatian untuk bersama - sama menemukan strategi yang tepat dalam mengatasinya.

(Gegara Ingin Ngopi, Pengangguran Ini Mau Saja Saat Tetangganya Minta Belikan Sabu Berupah Rp 10 Ribu)

(RDTR 2015 Belum Juga Rampung, DPRD Pasuruan: Penanaman Modal Anjlok, Pengangguran Meningkat)

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved